Repelita Washington - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap enam pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer yang dilakukan Washington dan Tel Aviv pada Sabtu 28 Februari 2026.
Analisis mendalam dari The New York Times yang mengandalkan citra satelit video terverifikasi serta pernyataan pejabat militer AS mengungkap detail serangan tersebut sebagaimana dikutip berbagai sumber pada Senin 2 Maret 2026.
Belum ada kepastian mengenai jumlah senjata yang dilepaskan Iran maupun berapa banyak yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan sehingga menimbulkan kekhawatiran atas ketahanan fasilitas tersebut terhadap serangan susulan.
Lokasi yang menjadi sasaran mencakup wilayah di Bahrain Irak serta Uni Emirat Arab ditambah tiga titik di Kuwait sepanjang akhir pekan tersebut.
Beberapa bangunan mengalami kerusakan parah hingga hancur termasuk fasilitas komunikasi satelit yang vital bagi operasi militer.
Di Camp Arifjan Kuwait pejabat AS melaporkan tiga personel militer tewas dan lima lainnya mengalami luka berat meskipun gambar visual dari lokasi tersebut belum tersedia untuk publik.
Tidak ditemukan laporan korban jiwa maupun cedera di lima lokasi lainnya yang berhasil diidentifikasi dari analisis tersebut.
Pangkalan yang terdampak meliputi markas utama angkatan laut kamp militer pangkalan udara yang menampung pasukan AS serta area rekreasi angkatan laut dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda di masing-masing tempat.
Pada Sabtu 28 Februari 2026 Iran menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama Bahrain sehingga menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah struktur bangunan.
Rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan rudal dan drone menghantam pangkalan tersebut sementara kawasan pelabuhan tampak relatif kosong dari kapal perang pada saat kejadian.
Citra satelit yang diambil pada Minggu 1 Maret 2026 menunjukkan dua terminal komunikasi satelit hancur total disertai beberapa gedung besar yang roboh atau rata dengan tanah.
Di Kuwait citra dari Minggu sore menggambarkan atap runtuh di sejumlah titik Pangkalan Udara Ali Al Salem setelah serangan Iran sehari sebelumnya.
Video dan foto terkonfirmasi mengindikasikan Iran berulang kali menargetkan instalasi militer di Bandara Internasional Erbil Irak yang menjadi tempat penempatan pasukan AS sepanjang Sabtu dan Minggu.
Asap tebal serta kobaran api terlihat mengepul dari lokasi tersebut sementara citra satelit pada Minggu menunjukkan empat bangunan rusak parah atau hancur dengan api masih menyala hingga Senin dini hari.
Di Pelabuhan Jebel Ali Dubai citra satelit Minggu memperlihatkan asap mengepul dari sebuah bangunan besar di zona rekreasi Angkatan Laut AS yang berpagar meskipun bukan pangkalan resmi.
Pelabuhan tersebut termasuk salah satu yang paling sering dimanfaatkan angkatan laut AS untuk keperluan operasional.
Sebuah video yang beredar luas dan direkam di Camp Buehring Kuwait pada Minggu menampilkan drone melintas di atas instalasi sebelum meledak di dalam area perimeter pangkalan.
Titik ledakan pasti serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan drone tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

