
Repelita Islamabad - Gelombang demonstrasi anti-Amerika Serikat di Pakistan berubah menjadi kerusuhan mematikan setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut laporan Anadolu News pada Senin 2 Maret 2026 sebanyak dua puluh satu orang tewas dalam bentrokan antara massa pengunjuk rasa dan aparat keamanan di berbagai kota besar sepanjang Minggu 1 Maret 2026.
Di kota pelabuhan Karachi ratusan warga Muslim Syiah bergerak menuju kompleks Konsulat Amerika Serikat untuk menyuarakan kemarahan atas pembunuhan Khamenei.
Polisi menggunakan gas air mata serta tembakan peringatan ketika massa mencoba mendesak masuk ke area konsulat sehingga memicu bentrokan hebat yang menelan korban jiwa puluhan orang.
Beberapa demonstran berhasil menerobos masuk merusak jendela bangunan dan membakar bagian resepsionis sebagaimana terekam dalam berbagai rekaman video yang menyebar luas di media sosial.
Aksi massa juga memicu pembakaran pos pemeriksaan polisi serta penumpukan ban di jalan raya ketika situasi semakin tidak terkendali.
Kerusuhan tidak terbatas di Karachi karena di wilayah utara Gilgit-Baltistan bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan juga menewaskan sejumlah orang.
Sebuah kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Skardu sempat dibakar oleh demonstran yang diliputi emosi tinggi.
Di ibu kota Islamabad polisi menutup total akses menuju kawasan diplomatik yang menjadi lokasi berbagai kedutaan besar termasuk Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Ketegangan memuncak ketika demonstran berusaha menerobos barikade sehingga aparat kembali mengerahkan gas air mata dan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi turun langsung bertemu para pengunjuk rasa di lapangan.
Meskipun mengakui kesedihan mendalam yang dirasakan rakyat atas peristiwa internasional tersebut Naqvi mengimbau agar aspirasi disampaikan secara damai tanpa memperburuk kondisi yang sudah memanas.
Presiden Asif Ali Zardari menyampaikan duka cita yang dalam atas kemartiran Khamenei serta mengirimkan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran.
Pakistan berdiri bersama bangsa Iran di saat duka ini dan turut merasakan kehilangan mereka ujarnya dalam pernyataan resmi.
Situasi ini mencerminkan betapa kematian Khamenei telah memicu ledakan kemarahan yang meluas di kalangan umat Muslim Pakistan dari Islamabad hingga Karachi serta wilayah lainnya sehingga menimbulkan korban jiwa signifikan dalam aksi yang semula bermotif solidaritas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

