
Repelita Denpasar - Sejumlah penumpang mengalami penahanan di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat dampak konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mengganggu jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Pantauan di lokasi pada Selasa 3 Maret 2026 menunjukkan antrean panjang penumpang berkumpul di depan kantor maskapai Emirates meskipun loket tersebut dalam kondisi tutup.
Penumpang Qatar Airways juga memadati meja help desk sejak pagi hari untuk mencari informasi serta kepastian mengenai jadwal penerbangan mereka.
Konflik yang sedang berlangsung telah menyebabkan pembatalan serta penundaan penerbangan internasional sehingga banyak penumpang terjebak tanpa kepastian waktu keberangkatan.
Situasi ini menciptakan ketegangan di terminal dengan penumpang menunggu penjelasan resmi dari maskapai serta otoritas bandara terkait alternatif penerbangan.
Beberapa penumpang mengungkapkan kekecewaan karena tiket mereka tidak dapat diubah dengan mudah akibat force majeure yang dipicu eskalasi perang.
Otoritas bandara setempat terus berkoordinasi dengan maskapai internasional untuk memberikan informasi terkini serta solusi sementara bagi penumpang yang terdampak.
Penahanan penumpang ini menjadi salah satu dampak langsung dari ketidakstabilan penerbangan global akibat konflik di Timur Tengah yang terus memanas.
Petugas bandara berupaya menjaga ketertiban serta memberikan bantuan kepada penumpang yang membutuhkan akomodasi sementara selama menunggu pembaruan jadwal.
Situasi di Bandara Ngurah Rai diperkirakan akan berlangsung hingga ada kejelasan mengenai pembukaan kembali rute-rute yang terdampak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

