
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan viral saat meresmikan Satuan Penyangga Pangan dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmera pada 13 Februari 2026.
Dalam sambutannya Kepala Negara lagi-lagi mengeluhkan banyak orang yang tidak menyukai program Makanan Bergizi Gratis atau MBG.
Kali ini Prabowo mengaku pernah diejek oleh kalangan akademisi termasuk profesor-profesor ternama di Indonesia.
Ia menuturkan bahwa program MBG sempat dianggap mustahil direalisasikan oleh berbagai pihak di awal peluncurannya.
Kritik bahkan datang dari pihak yang menurutnya justru memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan seharusnya memahami pentingnya gizi.
Waktu saya melancarkan program ini saya diejek saya dijelek-jelekkan saya dituduh macam-macam kata Prabowo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden 13 Februari 2026.
Ia melanjutkan sentilan tersebut tidak berasal dari masyarakat awam melainkan dari orang-orang terdidik.
Saya juga tidak mengerti bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya ujarnya sambil tertawa kecil.
Menurut Prabowo kritik yang ia terima kala itu tidak hanya bernada sinis tetapi juga meragukan keseluruhan rancangan program MBG.
Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal program ini menghambur-hamburkan uang sambung Presiden menirukan nada kritik yang diterimanya.
Namun Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Ia menilai program ini merupakan investasi jangka panjang negara yang sangat penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Pernyataan Presiden tersebut sontak memicu perbincangan hangat di kalangan publik dan warganet.
Banyak pihak bertanya-tanya siapa sosok profesor ternama yang dimaksud oleh Prabowo dalam sambutannya.
Yang pasti omongan Presiden selalu menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan publik atau netizen di media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

