Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Trump Penasaran Iran Belum Menyerah: Dengan Kekuatan Militer Raksasa di Timteng, Mengapa Teheran Tak Kunjung ke Meja Perundingan?

Pentagon peringatkan risiko perang Iran

Repelita Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti sikap Iran yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda menyerah meskipun tekanan militer Washington di kawasan Timur Tengah semakin meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan utusan khusus Trump Steve Witkoff dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu dua puluh satu Februari dua ribu dua puluh enam waktu setempat.

Steve Witkoff menjelaskan bahwa Trump merasa penasaran mengapa Teheran belum mengambil langkah tegas untuk menyatakan penolakan terhadap pengembangan senjata nuklir.

Padahal Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran di kawasan tersebut.

Menurut Steve Witkoff Trump tidak ingin menggunakan istilah frustrasi tetapi mempertanyakan mengapa Iran belum datang ke meja perundingan dengan komitmen yang jelas.

Dengan tekanan sebesar ini dengan kekuatan laut dan angkatan udara yang kami miliki di kawasan tersebut mengapa mereka tidak datang dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir serta menjelaskan apa yang siap mereka lakukan ujar Steve Witkoff dikutip BBC News pada dua puluh tiga Maret dua ribu dua puluh enam.

Meski demikian Steve Witkoff mengakui bahwa membawa Iran ke titik tersebut bukanlah perkara mudah.

Amerika Serikat bersama sekutu Eropa selama ini mencurigai Iran sedang mengembangkan senjata nuklir tuduhan yang selalu dibantah oleh Teheran.

Di sisi lain Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi masih terbuka lebar.

Dalam wawancara dengan CBS News ia menyebut para perunding sedang menyusun elemen kesepakatan yang berpotensi menguntungkan kedua belah pihak.

Iran bahkan dikabarkan sedang menyiapkan draf kesepakatan yang akan diserahkan kepada Steve Witkoff dalam beberapa hari mendatang.

Pembicaraan tidak langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir sebelumnya berlangsung di Jenewa pada tujuh belas Februari lalu dan menghasilkan sejumlah kemajuan.

Oman sebagai mediator mengumumkan bahwa putaran negosiasi berikutnya akan kembali digelar di Jenewa pada Kamis pekan ini.

Menlu Oman Badr Albusaidi berharap perundingan tersebut dapat memberikan dorongan positif bagi tercapainya kesepakatan.

Donald Trump sendiri menegaskan bahwa dunia akan mengetahui dalam waktu sekitar sepuluh hari apakah kesepakatan dapat tercapai atau Amerika Serikat akan mengambil langkah militer.

Dalam beberapa pekan terakhir Washington meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Iran dengan mengerahkan kapal induk terbesar di dunia USS Gerald R Ford bersama USS Abraham Lincoln kapal perusak kapal perang serta jet tempur.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Amerika Serikat dalam menekan Iran agar tunduk pada tuntutan internasional terkait program nuklir.

Sementara itu kondisi dalam negeri Iran semakin tegang dengan pecahnya demonstrasi anti-pemerintah di sejumlah universitas termasuk Universitas Teknologi Sharif di Teheran.

Rekaman yang diverifikasi BBC menunjukkan bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pendukung pemerintah termasuk aksi pembakaran bendera Amerika Serikat serta Israel.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Hrana yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan sedikitnya tujuh ribu lima belas orang tewas dalam penindakan terbaru dengan mayoritas korban adalah demonstran.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan klaim resmi pemerintah Iran yang menyebut sekitar tiga ribu seratus korban jiwa sebagian besar aparat keamanan.

Donald Trump sebelumnya juga pernah menyatakan dukungan terhadap para pengunjuk rasa di Iran dan sempat menyampaikan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved