
Repelita NTT - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan teguran keras terhadap kinerja Pemda, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada, terkait kasus siswa SD yang bunuh diri di Ngada.
Teguran ini disampaikan karena Pemda dinilai lalai dalam mendeteksi kesulitan yang dialami warga.
Laka Lena menyampaikan teguran tersebut pada Rabu, 4 Februari 2026, dalam sebuah acara di Universitas Citra Bangsa (UCB).
Ia mengaku sangat terpukul dan merasa tertampar keras karena masih ada seorang anak yang meninggal akibat kemiskinan.
Laka Lena mengungkapkan bahwa sejak dua hari lalu, banyak menteri dan pimpinan nasional menghubunginya melalui WhatsApp untuk menanyakan apakah masih ada warga NTT yang meninggal karena miskin, dan ia merasa sangat malu dengan hal tersebut.
Menurut Laka Lena, peristiwa ini merupakan tamparan keras atas kegagalan berbagai pranata sosial dan pemerintahan di NTT.
Ia menilai bahwa pranata sosial, agama, budaya, serta pemerintah provinsi dan kabupaten telah gagal karena ada orang yang meninggal karena kemiskinan, bukan karena bencana.
Laka Lena meminta agar perangkat sosial, mulai dari tingkat RT dan RW, kembali diaktifkan dan berfungsi dengan baik untuk mendeteksi warga yang hidup dalam kondisi rentan.
Ia menekankan pentingnya mengurus warga yang miskin dan susah, meskipun uang terbatas, dan menyatakan bahwa semua pihak harus malu dengan kejadian ini, menjadikannya sebagai pertobatan bersama dan yang terakhir.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dikenal sebagai sosok yang tegas dan mengayomi masyarakat.
Ia adalah politikus Golkar yang menjabat sebagai gubernur dengan periode 2025-2030.
Eks Anggota DPR RI dan Ketua Golkar NTT ini memiliki latar belakang farmasi dari Universitas Sanata Dharma.
Laka Lena aktif di berbagai organisasi seperti Kosgoro, dan dikenal kuat di struktur partai maupun jaringan alumni PMKRI.
Melki memenangkan Pilkada 2024 dan dilantik sebagai Gubernur NTT bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma pada Februari 2025. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

