Repelita Jakarta - Konflik penjajahan di wilayah Palestina memasuki fase baru dengan pembentukan Board of Peace oleh Donald Trump yang diklaim bertujuan menjamin keamanan pihak Zionis.
Menurut pandangan sejumlah tokoh peduli umat pembentukan lembaga tersebut justru dimaksudkan untuk melanggengkan pendudukan sekaligus membersihkan keberadaan warga Palestina.
Lembaga itu juga disebut sebagai alat untuk memecah belah negara-negara Muslim serta memanfaatkan mereka dalam membiayai dan mengirim pasukan di bawah kendali Amerika guna menjaga keamanan Israel dengan label perdamaian.
Tokoh-tokoh peduli umat menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace tersebut.
Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari keanggotaan di lembaga yang dimaksud.
Pernyataan tersebut juga menolak pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia di bawah komando Amerika atau Zionis Israel dalam kerangka apapun.
Sebaliknya mereka menyerukan agar pasukan TNI dikerahkan untuk mengusir penjajah Zionis Yahudi dari tanah Palestina.
Tokoh peduli umat turut mengajak seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia untuk bersatu padu dalam mendukung upaya pengusiran penjajah Zionis dari wilayah Palestina.
Pernyataan sikap bersama tersebut dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 26 Februari 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

