Repelita Washington - Dokumen rahasia yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap pesan-pesan pribadi antara mantan penasihat strategis Gedung Putih Stephen Kevin Bannon alias Steve Bannon dengan Jeffrey Epstein yang menunjukkan rencana politik kontroversial untuk menjatuhkan mendiang Paus Fransiskus.
Bannon memandang Paus Fransiskus sebagai penghalang utama bagi gerakan populisme nasionalis yang ia dukung secara aktif.
Ia bahkan memasukkan nama Paus Fransiskus dalam daftar musuh bersama tokoh-tokoh global seperti keluarga Clinton Xi Jinping serta Uni Eropa.
Pandangan kritis Bannon terhadap Paus Fransiskus muncul karena sikap sang Paus yang mendukung migrasi dan menentang nasionalisme yang bertentangan dengan visi sovereigntist yang diusung Bannon pada tahun 2018 hingga 2019.
Dalam salah satu pesan Bannon secara tegas menyatakan niat untuk menjatuhkan Paus Fransiskus.
Epstein menjadi mitra konsultasi Bannon dalam upaya propaganda melawan Vatikan meskipun statusnya sebagai figur bermasalah dalam kasus kejahatan seksual.
Bannon beberapa kali mengirim pesan kepada Epstein terkait strategi melemahkan pengaruh Paus Fransiskus.
Pada tanggal 1 April 2019 Epstein mengirim email kepada dirinya sendiri dengan subjek in the closet of the vatican kemudian meneruskan artikel berjudul Paus Fransiskus atau Steve Bannon Umat Katolik harus memilih yang dibalas Bannon dengan pilihan yang mudah.
Bannon juga merujuk pada buku In the Closet of the Vatican karya Frederic Martel yang membongkar isu-isu sensitif di kalangan tinggi Gereja Katolik.
Dokumen tersebut mengungkap rencana Bannon untuk mengadaptasi buku tersebut menjadi dokumenter dengan melibatkan Epstein sebagai produser eksekutif.
Bannon menyatakan kepada Epstein kamu sekarang adalah eksekutif produser untuk ITCOTV dalam upaya memanfaatkan isi buku untuk menyerang Paus Fransiskus.
Rencana tersebut justru membuat Bannon kehilangan dukungan dari sekutu di Vatikan termasuk Kardinal Raymond Burke yang menolak ide pembuatan film dari buku Martel.
Di bagian lain dokumen Epstein bercanda tentang mengundang Paus Fransiskus ke kediamannya untuk pijat selama kunjungan Paus ke Amerika Serikat pada tahun 2015.
Tiga tahun kemudian Epstein memberitahu Bannon bahwa ia berusaha mengatur perjalanan Paus ke Timur Tengah.
Ketika Bannon membagikan artikel yang mengkritik Vatikan atas sikapnya terhadap nasionalisme populis Epstein membalas dengan mengutip puisi Alkitab karya John Milton Paradise Lost Lebih baik berkuasa di neraka daripada mengabdi di Surga.
Pengungkapan pesan-pesan ini menambah sorotan terhadap hubungan Bannon dengan Epstein serta ambisi politiknya yang menargetkan pemimpin agama tertinggi Katolik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

