Repelita Jakarta - Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump memicu tanggapan dari pemerintah Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa penurunan tarif dari semula sembilan belas persen menjadi sepuluh persen jelas lebih menguntungkan dari segi perhitungan ekonomi.
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa setelah adanya keputusan Mahkamah Agung tersebut tarif yang lebih rendah tentu memberikan keuntungan secara matematis bagi Indonesia.
Meskipun demikian ia menegaskan bahwa pemerintah tetap mempersiapkan diri menghadapi berbagai skenario yang mungkin muncul di masa mendatang.
Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa pada prinsipnya Indonesia telah siap menghadapi segala kemungkinan dengan persiapan matang seperti memiliki payung sebelum hujan turun.
Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan tajam dari pegiat media sosial Jhon Sitorus yang mengkritik narasi keberhasilan diplomasi sebelumnya.
Jhon Sitorus menyatakan bahwa intinya tidak perlu melakukan apa pun karena negara lain juga bisa mendapatkan tarif sepuluh persen.
Ia menyinggung berbagai syarat yang sempat dikaitkan dengan perjanjian termasuk kewajiban membeli lima puluh pesawat Boeing serta perpanjangan izin tambang hingga tahun dua ribu enam puluh satu.
Jhon Sitorus menambahkan bahwa tanpa syarat membeli lima puluh pesawat Boeing tanpa harus memberikan perpanjangan izin tambang sampai dua ribu enam puluh satu.
Tanpa harus memberikan izin akses penuh data konsumen mereka kepada Amerika Serikat ujar Jhon Sitorus.
Ia menyoroti bahwa sebelumnya publik sempat heboh dengan klaim bahwa tarif impor sembilan belas persen merupakan capaian diplomasi Indonesia.
Jhon Sitorus menegaskan bahwa intinya sudah sempat gempar-gembor kalau tarif impor sembilan belas persen itu adalah keberhasilan diplomasi kita ternyata nggak.
Capek-capek kita ke Amerika Serikat ngabisin anggaran ujung-ujungnya harus memakai sepuluh persen global tarif sambung Jhon Sitorus.
Ia menyimpulkan bahwa Indonesia seolah cukup tinggal diam di Jakarta saja untuk mendapatkan tarif yang sama sepuluh persen tanpa mengorbankan banyak hal.
Jhon Sitorus menyatakan bahwa artinya kita tinggal tidur di Jakarta aja tarif kita kan sama sepuluh persen nggak perlu mengorbankan banyak hal intinya kita di-prank oleh Donald Trump.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

