:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/02/98764d32cbe6e887d307c761ad87aa80-1002009713.jpg)
Repelita Ngada - Seorang siswa kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia dan meninggalkan surat yang ditujukan kepada ibunya.
Surat tersebut ditemukan pada hari yang sama dengan peristiwa meninggalnya korban dan menjadi perhatian warga setempat karena berisi pesan pribadi yang ditulis sebelum kejadian.
Peristiwa itu terjadi di wilayah tempat tinggal keluarga korban yang berada di sekitar kebun milik kerabatnya, sehingga warga sekitar menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
Pihak pemerintah setempat membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa aparat telah melakukan penanganan sesuai prosedur setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat meminta dibelikan buku dan pena kepada ibunya, namun permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan kondisi ekonomi keluarga.
Korban dikenal sebagai anak yang aktif, ramah, dan memiliki prestasi baik di sekolah, serta sehari-hari tinggal bersama neneknya sementara orang tua bekerja di wilayah lain.
Surat yang ditulis korban kemudian diunggah ulang oleh akun media sosial X https://x.com/mariastelacn pada 2 Februari 2026 dan menyebar luas di ruang digital.
“Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Mama saya pergi. Tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal mama,” tulis korban dalam surat tersebut.
Peristiwa ini memicu perhatian publik dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, terutama terkait kondisi keluarga dan lingkungan sosial korban.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

