Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Siap Perang Habis-habisan Lawan Agresi AS, Respons Perang 12 Hari Jadi Pelajaran Berharga

Repelita Jakarta - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir ditandai dengan saling lempar ancaman di antara petinggi kedua negara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan dengan tegas bahwa pasukan bersenjata Iran siap memberikan respons penuh dan cepat terhadap segala bentuk agresi yang mengarah pada wilayah darat udara maupun laut negaranya.

"Angkatan bersenjata kami yang gagah berani sudah siap, untuk segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan perairan kami tercinta" tulis Araghchi dalam unggahan di media sosialnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran mengklaim telah memperoleh pengalaman penting dari konflik berdurasi 12 hari yang terjadi pada Juni lalu.

Menurut Araghchi pelajaran dari peristiwa tersebut membuat Teheran kini jauh lebih siap menghadapi ancaman dengan respons yang lebih kuat cepat dan menyeluruh.

"Pelajaran berharga yang dipetik dari Perang 12 Hari telah memungkinkan kami untuk merespons dengan lebih kuat, cepat, dan mendalam" ujarnya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pernyataan keras dari Menlu Iran itu muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman bahwa Washington akan melakukan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Di sisi lain Amerika Serikat telah menempatkan 10 kapal perang di kawasan perairan Timur Tengah sebagai bagian dari postur siaga tempur.

Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan apa pun yang diperintahkan presiden jika situasi memanas.

"Mereka seharusnya tak mengejar kemampuan nuklir. Kami akan siap untuk memberikan apa pun yang diharapkan presiden ini dari Departemen Perang" kata Hegseth.

Iran menolak tegas untuk melakukan negosiasi di bawah tekanan atau ancaman militer dari pihak manapun.

Berdasarkan data Global Firepower per Januari 2026 Amerika Serikat menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia.

Sementara itu Iran menempati posisi ke-16 dari 145 negara yang disurvei dengan total personel militer mencapai sekitar 1,1 juta orang termasuk 610 ribu personel aktif.

Kekuatan udara Iran mencakup 551 pesawat dengan 188 di antaranya pesawat tempur sementara angkatan lautnya memiliki 25 kapal selam namun tidak memiliki kapal induk atau kapal perusak.

Sebaliknya Amerika Serikat memiliki 13.032 pesawat termasuk 1.791 pesawat tempur serta 11 kapal induk dan 83 kapal perusak yang menjadikan armada lautnya jauh lebih unggul dalam proyeksi kekuatan global.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved