Repelita Denpasar - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Bali dan bertemu Gubernur Wayan Koster yang langsung menyampaikan persoalan penutupan TPA Suwung yang dijadwalkan pada 1 Maret 2026.
Wayan Koster menjelaskan sampah menjadi salah satu tantangan utama di Bali yang terus dicari solusi terbaiknya hingga kini.
Gubernur asal Buleleng itu menyatakan Wapres Gibran menyerap seluruh aspirasi dari pelaku usaha pariwisata yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Koster TPA Suwung tidak mungkin ditutup secara mendadak sesuai jadwal yang ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup.
Wapres Gibran memahami bahwa penutupan cepat pada 1 Maret tidak realistis mengingat kondisi saat ini di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Gubernur Koster menambahkan Wapres akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada Menteri Lingkungan Hidup dan ESDM khususnya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
Pemerintah daerah telah meminta Walikota Denpasar dan Bupati Badung mempercepat fasilitas TPS3R TPST serta pengadaan teba modern dan komposter sebagai persiapan.
Pengadaan mesin pengolahan sampah memerlukan waktu sehingga proses baru bisa rampung sekitar pertengahan November 2026.
Setelah fasilitas tersebut selesai volume sampah ke TPA Suwung diharapkan bisa dikurangi hingga nol.
Bupati Badung Adi Arnawa mengungkapkan Wapres Gibran menerima banyak masukan dari stakeholder pariwisata dalam pertemuan itu.
Isu yang dibahas mencakup kemacetan tiket pesawat destinasi wisata pasokan air infrastruktur hingga penanganan sampah secara keseluruhan.
Adi Arnawa berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan pasti terkait penutupan TPA Suwung agar tidak menimbulkan kekacauan.
Pemerintah Kabupaten Badung secara prinsip terus mengambil langkah penanganan sampah di wilayahnya melalui koordinasi dengan desa dinas dan adat.
Operasional TPS3R dioptimalkan untuk meminimalkan sampah residu yang dikirim ke TPA Suwung.
Pembangunan teba modern telah dianggarkan dan diinstruksikan kepada perbekel untuk pengelolaan berbasis hulu.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pemerintah pusat akan membantu Bali melalui pembangunan fasilitas Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Masalah tiket pesawat ke Bali yang dianggap mahal juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Widiyanti Putri Wardhana berencana berkoordinasi untuk membuat diskon tiket pesawat secara permanen bukan hanya situasional seperti libur Nataru atau Lebaran.
Mantan Ketua PHRI Bali Gede Wiratha membenarkan harga tiket domestik ke Bali lebih tinggi dibanding destinasi lain di negara tetangga.
Ia berharap harga tiket bisa lebih terjangkau saat libur Lebaran mendatang agar wisatawan domestik semakin banyak berkunjung.
Gede Wiratha menilai terobosan Kementerian Pariwisata untuk menurunkan PPN dan komponen lain pada tiket pesawat sangat diperlukan agar berkelanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

