
Repelita Jakarta - Majelis Ulama Indonesia yang sebelumnya menolak keras keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace gagasan Presiden Amerika Serikat Donald J Trump kini menunjukkan sikap lebih lunak setelah pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam silaturahim dengan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada Selasa 3 Februari 2026 Presiden Prabowo Subianto menjelaskan secara rinci posisi serta komitmen Indonesia terhadap forum perdamaian tersebut.
Board of Peace merupakan mekanisme yang dibentuk untuk menyusun kerangka kerja serta mengoordinasikan pendanaan rekonstruksi Gaza hingga Otoritas Palestina mampu memimpin wilayah tersebut secara aman dan efektif.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mundur dari keanggotaan Board of Peace apabila forum tersebut terbukti tidak memperjuangkan kemerdekaan Palestina atau tidak memberikan kemaslahatan bagi rakyat Palestina.
Wakil Ketua Umum MUI periode 2025-2030 Kholil Nafis yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Presiden menegaskan Indonesia tidak terikat mengikuti setiap keputusan dalam Board of Peace.
Menurut Kholil Nafis apabila terdapat langkah yang tidak sesuai maka Indonesia dapat memilih abstain atau absen dari kegiatan tersebut.
Presiden juga menegaskan bahwa apabila dalam perkembangan waktu Board of Peace tidak menghasilkan manfaat bagi Palestina maka Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari keanggotaan forum tersebut.
Sebelum pertemuan MUI telah menyatakan sikap skeptis karena rekam jejak Donald Trump dianggap tidak konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta sering berpihak pada Israel.
Kholil Nafis menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan partisipasi Indonesia merupakan strategi memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui pendekatan dari dalam forum internasional.
Presiden menegaskan penolakan Indonesia terhadap segala bentuk penjajahan yang bertentangan dengan UUD 1945 serta ajaran Islam.
Kedua belah pihak sepakat bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat serta meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
MUI meminta jaminan bahwa perdamaian yang diperjuangkan dalam Board of Peace tidak mengikuti versi Donald Trump yang cenderung merugikan nasib Palestina.
MUI juga menekankan agar pengiriman pasukan perdamaian Indonesia tidak digunakan untuk menekan Hamas atau kelompok perjuangan pro-Palestina lainnya yang justru menguntungkan Israel.
Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menyatakan dukungan dengan catatan bahwa keikutsertaan Indonesia harus membawa kemaslahatan bagi umat bangsa serta kemanusiaan secara keseluruhan.
Anwar Iskandar meyakini komitmen Presiden Prabowo untuk memperjuangkan Palestina yang merdeka dan berdaulat melalui organisasi tersebut.
Ia mencatat sikap tegas Presiden bahwa Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya akan menarik diri apabila Board of Peace tidak lagi memberikan manfaat bagi Palestina serta perdamaian dunia.
Perubahan sikap MUI ini kontras dengan pernyataan sebelumnya dari KH M Cholil Nafis yang mendesak penarikan diri Indonesia karena forum tersebut dianggap tidak mencerminkan keberpihakan kepada Palestina serta membebani biaya keanggotaan sebesar satu miliar dolar Amerika.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa langkah Indonesia dilakukan dengan kewaspadaan tinggi serta koordinasi bersama negara-negara Islam dan Timur Tengah untuk memastikan bantuan serta pembelaan terhadap rakyat Palestina berjalan secara efektif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

