Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Said Didu Ungkap Pertemuan 4 Jam dengan Prabowo: Kedaulatan Telah Diperdagangkan Oligarki

 

Repelita Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengisahkan pertemuan selama empat jam dengan pimpinan tertinggi negara yang berlangsung pada malam yang ia anggap tidak biasa.

Pertemuan itu berlangsung di suatu tempat yang tidak disebutkan secara rinci dan menjadi momen penting baginya karena menunjukkan keresahan soal kedaulatan juga dirasakan di lingkaran kekuasaan.

Said Didu menekankan agenda utama yang ia bawa yaitu menggalang kekuatan di luar pemerintahan untuk merebut kembali kedaulatan rakyat yang menurutnya telah lama diperdagangkan.

Ia menggambarkan negara seperti pasar raksasa di mana kedaulatan bukan lagi nilai mulia melainkan komoditas yang diperjualbelikan.

Partai politik disebutnya sebagai mall pedagang kedaulatan diikuti parlemen dan berbagai jejaring kekuasaan lain yang terlibat dalam praktik serupa.

Oligarki menurut Said hanya segelintir sekitar enam puluh orang namun memiliki kekayaan dan pengaruh yang mampu menundukkan ratusan juta rakyat.

Ketimpangan itu bukan sekadar statistik melainkan luka nyata di mana kekayaan segelintir melonjak sementara kemiskinan semakin meluas.

Said Didu mengkritik Gedung DPR yang menurutnya telah berubah fungsi dari rumah wakil rakyat menjadi etalase tempat kedaulatan diperdagangkan.

Ia berulang kali menggunakan istilah pedagang kedaulatan untuk menunjuk siapa pun yang menukar mandat rakyat dengan kepentingan oligarki melalui regulasi konsesi sumber daya maupun akses keuangan.

Di balik nada keras dan satir Said mengaku menemukan titik temu dengan pimpinan negara yang dihadirinya.

Ia menyebut pimpinan tersebut mengakui bahwa kedaulatan Indonesia telah dirampas dan upaya pengembaliannya memerlukan keterlibatan rakyat secara luas.

Said menegaskan posisinya bukan sebagai oposisi terhadap program pemerintah melainkan terhadap siapa pun yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan di bidang ekonomi hukum politik wilayah dan sumber daya alam.

Cerita pertemuan itu kemudian menyebar ke ruang publik dari sektor sawit tambang perbankan hingga bursa efek yang digambarkannya sebagai siklus perampasan sistemik.

Said mengajak melupakan sekat identitas afiliasi dan jaket lalu menyatukan satu agenda tunggal yaitu melawan oligarki serta merebut kembali kedaulatan yang telah lama diserahkan.

Ia mengakui perjalanan itu tidak akan mulus akan ada benturan perbedaan cara bahkan kelelahan di tengah jalan.

Namun bagi Said pertemuan malam itu menjadi sinyal bahwa wacana kedaulatan telah memasuki babak baru di mana keresahan rakyat dan kegelisahan kekuasaan bertemu di satu meja yang sama.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved