Repelita Jakarta - Pemerhati politik dan kebangsaan Rizal Fadillah menyatakan bahwa Indonesia berisiko menghadapi konfrontasi langsung dengan Hamas jika menerima penugasan delapan ribu pasukan TNI sebagai Deputy Commander dalam International Stabilization Force di bawah komando Amerika Serikat.
Ia menilai posisi Wakil Komandan ISF akan memaksa Indonesia memenuhi kemauan komandan Amerika Serikat Mayor Jenderal Jasper Jeffers yang menempatkan pasukan di zona Rafah.
Rizal menjelaskan bahwa misi International Stabilization Force terdiri dari lima tugas utama yaitu pengumpulan senjata penghancuran terowongan pengamanan zona embargo persenjataan serta pelatihan kepolisian.
Menurutnya tiga misi yaitu pelucutan senjata penghancuran terowongan dan embargo senjata sangat rentan memicu perlawanan dari Hamas terhadap pihak manapun yang menjalankannya.
Rizal menegaskan bahwa menentang kemauan ISF berarti keluar dari kesepakatan Board of Peace sementara menjalankannya berarti TNI harus berhadapan dengan pasukan Hamas.
Ia menilai Board of Peace sebagai wadah kepentingan Israel dan Amerika Serikat di Gaza yang sebenarnya bernama Blood of Peace.
Rizal menyatakan bahwa bergabung dengan organisasi tersebut berarti Indonesia melenceng dari prinsip politik bebas aktif serta secara tidak langsung mengkhianati perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ia menyoroti bahwa tipu muslihat perdamaian ala Amerika Serikat hanya akan menimbulkan tumpahan darah di Gaza serta berpotensi menyeret tentara Indonesia ke dalam konflik.
Rizal memperingatkan bahwa rekonstruksi Gaza ke depan berisiko menjadi perluasan pemukiman Yahudi seperti di Tepi Barat bukan pemukiman kembali bagi warga Gaza.
Ia menegaskan bahwa mengesampingkan keterlibatan Palestina dalam skema perdamaian merupakan kezaliman dan Hamas dipastikan akan terus melawan.
Rizal menuduh Presiden Prabowo Subianto menginjak-injak konstitusi serta terjebak dalam permainan halus dan sistematis Amerika Serikat serta Israel di kancah global.
Menurutnya tanpa mandat PBB pasukan TNI akan dianggap sebagai legiun asing yang menjalankan misi penjajah Israel di Gaza.
Rizal memprediksi bahwa ambisi Prabowo di luar negeri akan membakar dirinya sendiri di dalam negeri akibat perlawanan rakyat yang mencintai kemerdekaan Palestina.
Ia menyebut seruan Free Palestine go to hell Israel semakin membesar dan membara di kalangan masyarakat.
Rizal menggambarkan Prabowo sebagai pemimpin gemoy yang plin plan lemah dan gila pujian sehingga mudah terjerat dalam jebakan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

