Repelita Hambalang - Rismon Sianipar, seorang ahli forensik digital, telah menyerahkan buku kontroversial berjudul "Gibran End Game" secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini berlangsung di kediaman pribadi presiden yang berada di daerah Hambalang, menandai kunjungan kedua kalinya dengan agenda serupa.
Sebelumnya, buku yang sama telah dikirimkan melalui saluran formal yaitu Kementerian Sekretariat Negara pada tanggal 2 Februari. Rismon mengungkapkan bahwa kedatangannya kali ini didorong oleh kekhawatiran bahwa buku tersebut mungkin tidak sampai ke meja presiden.
Ia menyatakan ada potensi intervensi dari oknum-oknum tertentu yang dapat menghalangi proses pengiriman melalui jalur birokrasi. Dengan menyerahkan langsung, dirinya ingin memastikan materi tersebut diterima dan dibaca oleh Prabowo tanpa melalui perantara.
Dalam kesempatan tersebut, Rismon tidak hanya membawa satu buku tetapi juga tiga buku tambahan lainnya sebagai bahan pendukung. Seluruh materi tersebut dimaksudkan untuk menjadi bahan pertimbangan dan kajian mendalam bagi presiden.
Lebih lanjut, Rismon juga memberikan tantangan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mendesak agar dibentuk sebuah tim khusus yang terdiri dari para ahli independen untuk mengkaji isi dari buku "Gibran End Game".
Tim yang diusulkan tersebut memiliki tugas utama untuk meneliti kebenaran berbagai klaim yang diungkapkan dalam buku, terutama yang terkait dengan latar belakang pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Klaim utama yang dipermasalahkan adalah status kelulusan sekolah menengah atas dari tokoh tersebut.
Rismon menegaskan bahwa presiden harus menghindari penggunaan replika atau dokumen duplikat dalam proses investigasi ini. Sebaliknya, pemeriksaan harus dilakukan terhadap dokumen-dokumen asli dan primer untuk mendapatkan kejelasan hukum dan fakta yang sebenarnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

