Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

RI Mau Garap 'Harta Karun Langka', Dunia Ogah Bocorkan Teknologinya

Harta Karun Super Langka RI Incaran Dunia Ini Diusulkan Jadi WIUP

Repelita Jakarta - Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upaya menguasai teknologi pengolahan Logam Tanah Jarang karena sulitnya akses transfer teknologi dari negara maju.

Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa hampir semua negara pemilik teknologi canggih tersebut menutup diri terhadap kerja sama pengembangan.

Mereka lebih memilih untuk membeli bahan mentah dari Indonesia dan melakukan pengolahannya di negara mereka sendiri demi mendapatkan nilai tambah ekonomi.

Hampir semua negara menutup, mereka hanya mau membeli bahan mentah. Karena memang teknologi ini tidak mudah begitu ya, ungkap Brian dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI.

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada hari Senin tanggal 9 Februari 2026 dalam pembahasan mengenai hilirisasi mineral strategis.

Brian menjelaskan bahwa teknologi pemisahan Logam Tanah Jarang menjadi mineral tunggal merupakan proses yang sangat kompleks dan sulit dikuasai.

Tingkat kompleksitas ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi pengolahan untuk jenis mineral lain yang lebih umum di pasaran global.

Oleh karena itu, penguasaan teknologi Logam Tanah Jarang menjadi aset strategis yang sangat dilindungi oleh negara-negara produsen utama di dunia.

Saat ini Indonesia baru mampu memproduksi hingga tahap Mix Rare Earth Oxide, sementara pemurnian hingga ke tingkat elemen tunggal masih menjadi kendala.

Kita sedang membujuk beberapa negara dengan timbal balik adalah mereka bisa menjadi offtaker (pembeli)-nya, tambah Brian mengenai strategi yang ditempuh.

Untuk mengatasi keterbatasan akses teknologi tersebut, pemerintah telah menyusun beberapa langkah strategis jangka panjang.

Salah satu upaya penting adalah dengan mengoptimalkan penelitian dan pengembangan teknologi melalui riset dalam negeri.

Pemerintah juga telah membentuk entitas khusus bernama PT Pertambangan Mineral Nasional yang diberi mandat khusus.

Perusahaan tersebut bertugas membangun industri pemisahan dan pemurnian Logam Tanah Jarang di dalam negeri.

Selain itu, sedang dipersiapkan proyek percontohan teknologi hilirisasi di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.

Meskipun menghadapi tantangan, Badan Industri Mineral telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara dan perusahaan internasional.

Dari Australia, terdapat perusahaan Iluka dan Lynas Rare Earths yang menjadi calon pembeli potensial.

Jepang diwakili oleh Iwatani sebagai calon pembeli dan Jogmec sebagai calon mitra investasi sekaligus pembeli.

Perusahaan Prancis Carester diajak sebagai calon mitra teknologi dan pembeli, sedangkan Metso dari Finlandia menjadi calon mitra teknologi.

Rusia melalui Rusal juga dijajaki sebagai calon mitra teknologi dan pembeli untuk produk Logam Tanah Jarang Indonesia.

Dari China, Minmetals diajak sebagai calon mitra investasi dan pembeli, sementara Landmark Green Energy Pte. Ltd. menjadi calon pembeli lain.

Uni Emirat Arab melalui New Energy Metal juga berpotensi menjadi mitra investasi sekaligus pemasok atau pembeli produk.

Kanada dengan Saskatchewan Research Council diajak menjadi calon mitra teknologi dan pembeli produk hilirisasi mineral.

Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri pengolahan Logam Tanah Jarang meskipun menghadapi berbagai kendala.

Penguasaan teknologi pengolahan menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah saja.

Nilai tambah ekonomi yang besar dari hilirisasi mineral strategis ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Pengembangan industri pengolahan dalam negeri juga akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong kemajuan teknologi lokal.

Pemerintah berharap dapat terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak internasional.

Strategi jangka panjang ini diharapkan dapat mengubah posisi Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tinggi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved