
Repelita Jakarta - Kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendapat kritik tajam karena dianggap gagal menjalankan tugas pembinaan pemuda secara maksimal.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Abdul Razak Nasution menilai Erick Thohir tidak memberikan terobosan signifikan bagi sektor kepemudaan selama menjabat.
Menurutnya Kementerian Pemuda dan Olahraga lebih banyak disibukkan dengan urusan olahraga sementara agenda strategis pembangunan pemuda sebagai agen perubahan justru terabaikan tanpa arah yang jelas.
Abdul Razak Nasution menyatakan hal tersebut dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Selasa malam 3 Februari 2026.
Ia menyoroti bahwa fokus Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI lebih tertuju pada pengembangan sepak bola termasuk program naturalisasi pemain sehingga pembinaan pemuda secara luas semakin terpinggirkan.
Menurut Razak langkah tersebut sama saja dengan mengkhianati komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun masa depan bangsa melalui generasi muda.
Ia menegaskan bahwa mengabaikan pembangunan pemuda berarti mengabaikan visi Presiden serta mengancam keberlangsungan bangsa ke depan.
Sebagai tindak lanjut PP Himmah berencana membentuk koalisi besar pemuda dari berbagai organisasi untuk mendesak Presiden Prabowo menerbitkan Perppu pemisahan Kementerian Pemuda dari Kementerian Olahraga.
Razak berharap Kementerian Pemuda dapat berdiri sendiri secara mandiri dan segera dibentuk pada tahun ini guna mengembalikan fokus yang semestinya pada pembinaan generasi muda.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

