![]()
Repelita Worcester - Ikon wajah tersenyum berwarna kuning yang kini mendominasi layar ponsel dan platform media sosial di seluruh dunia bermula dari goresan pensil sederhana pada tahun 1963.
Harvey Ross Ball, seorang desainer grafis dan ahli periklanan asal Worcester, Massachusetts, Amerika Serikat, menjadi pencipta simbol yang kemudian dikenal sebagai salah satu gambar paling berpengaruh dalam budaya pop global.
Pada akhir tahun tersebut, Ball menerima pesanan dari State Mutual Life Assurance Company untuk menciptakan lambang yang mampu mengangkat moral karyawan pasca merger dengan Guarantee Mutual Company of Ohio.
Permintaan klien sangat sederhana, yaitu sebuah gambar yang memancarkan kebahagiaan dan semangat positif.
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Ball menyelesaikan desain berupa lingkaran kuning cerah dengan dua titik hitam sebagai mata serta lengkungan lebar membentuk senyuman.
Ia tidak pernah membayangkan karyanya akan menjadi fenomena dunia, apalagi mendaftarkan hak cipta atas desain tersebut.
Honor yang diterima Ball untuk karya abadinya itu hanya sebesar 45 dolar Amerika Serikat.
Sepanjang tahun-tahun berikutnya, berbagai perusahaan dan individu mendaftarkan variasi desain serupa serta mengomersialkannya hingga meraup keuntungan bernilai ratusan juta dolar.
Sementara itu, Harvey Ross Ball tetap tidak memperoleh royalti apapun dari ledakan popularitas ciptaannya.
Meski tidak menikmati keuntungan materi, nama Ball tetap tercatat dalam sejarah sebagai pencipta smiley face versi orisinal.
Kisah ini menjadi bukti bahwa ide paling sederhana pun dapat bertransformasi menjadi simbol universal yang dicintai milyaran orang di seluruh penjuru dunia.
Editor: 91224 R-ID Elok

