Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pandji Pragiwaksono Lakukan Tabayyun ke MUI atas Polemik Materi Stand Up Comedy Mens Rea

 Langkah Tabayyun Pandji Pragiwaksono di MUI: Dialog, Tawa, dan Komitmen Jaga Perasaan Publik

Repelita Jakarta - Komika sekaligus sutradara Pandji Pragiwaksono memilih jalur dialog secara langsung guna menjernihkan berbagai penafsiran yang muncul terkait materi pertunjukan stand up comedy berjudul Mens Rea di tengah polemik yang sedang berlangsung.

Didampingi oleh kuasa hukumnya Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono secara sengaja mengunjungi kantor Majelis Ulama Indonesia Pusat yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 3 Februari 2026.

Kedatangan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghadapi konfrontasi melainkan untuk melakukan tabayyun demi memperoleh kejelasan atas kegaduhan yang timbul di masyarakat.

Pertemuan berlangsung dengan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Prof KH Cholil Nafis serta berlangsung dalam suasana hangat tanpa nuansa ketegangan yang berlebihan.

Haris Azhar selaku kuasa hukum menegaskan bahwa pihaknya memilih mendatangi MUI karena keyakinan bahwa lembaga tersebut memiliki kearifan serta kedalaman keilmuan dalam menanggapi persoalan keagamaan secara arif dan bijaksana.

Sebelumnya isu tersebut telah dibahas secara tidak formal oleh sejumlah tokoh penting di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam pertemuan itu Pandji Pragiwaksono tidak hanya menyampaikan penjelasan secara lisan melainkan juga mengajak pengurus MUI untuk menyaksikan cuplikan pertunjukan secara utuh agar terhindar dari kesalahpahaman akibat informasi yang hanya beredar secara terpotong-potong.

Haris Azhar menyatakan bahwa kedatangan mereka tidak bertujuan meminta keputusan tertentu melainkan dilakukan dengan niat tulus untuk menjelaskan substansi serta maksud dari pertunjukan Mens Rea diikuti diskusi santai serta tukar pikiran bahkan hingga menonton bersama materi komedi tersebut.

Pandji Pragiwaksono menyampaikan rasa syukur karena diterima dengan penerimaan terbuka oleh pihak MUI sehingga sesi diskusi berjalan sangat menyenangkan dan dipenuhi tawa yang menciptakan suasana menenangkan di tengah hiruk-pikuk perbincangan di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa niat utamanya adalah menguraikan maksud di balik karya tersebut mengingat dirinya selalu membuka ruang diskusi apabila suatu karya memunculkan penafsiran yang berbeda.

Setelah menyaksikan materi secara lengkap pengurus MUI memberikan nasihat berharga yang membuat Pandji melakukan refleksi mendalam terhadap karyanya.

Pandji mengakui bahwa meskipun sebuah karya seni dibuat untuk menghibur tetap diperlukan pertimbangan matang terhadap perasaan serta sensitivitas masyarakat secara luas.

Ia menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki diri sebagaimana yang telah disampaikan langsung dalam pertemuan tersebut demi menghasilkan karya yang lebih baik ke depannya.

Langkah tabayyun yang diambil Pandji Pragiwaksono diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi para pelaku komedi tunggal di Indonesia agar tetap berkarya dengan penuh kesadaran serta terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan demi kepentingan bersama.

Pandji berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tidak hanya bagi dirinya melainkan juga bagi komika lainnya bahwa proses berkarya merupakan perjalanan yang terus berkembang dan membutuhkan kematangan.*

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved