Repelita Jakarta - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran, Laksamana Muda Ali Shamkhani, menyatakan bahwa Teheran tidak akan ragu melakukan serangan terhadap Israel jika Amerika Serikat melancarkan agresi militer terhadap Iran.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Shamkhani menyusul pengerahan kapal induk Abraham Lincoln oleh Amerika Serikat ke perairan dekat Yaman selatan, tepat di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir antara kedua negara.
Menurut Shamkhani, Iran memandang Amerika Serikat dan Israel sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam konteks keamanan regional, sehingga respons Teheran akan langsung menyasar Israel apabila serangan dari Washington terjadi.
Dalam wawancara dengan Al-Mayadeen pada Selasa, 3 Februari 2026, Shamkhani menegaskan bahwa perspektif Teheran melihat kedua negara tersebut sebagai bagian dari front yang sama dalam perhitungan strategis.
Shamkhani juga menolak kemungkinan transfer uranium yang diperkaya ke luar negeri, seraya menekankan bahwa program nuklir Iran tetap bersifat damai dan ditujukan untuk kebutuhan energi bersih.
Ia mengenakan seragam militer saat menyampaikan pernyataan tersebut, dan menjelaskan bahwa sikap reaktif Amerika Serikat memaksa Iran untuk mempersiapkan diri menghadapi segala skenario kemungkinan.
Shamkhani menambahkan bahwa Iran telah lama hidup di bawah ancaman perang, sehingga kesiapan penuh merupakan respons wajar terhadap tekanan dan ancaman yang dianggap tidak adil dari pihak lawan.
Menurutnya, negosiasi hanya dapat dilakukan secara langsung dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir, sementara Eropa dinilai tidak mampu memberikan peran efektif dalam beberapa tahun terakhir.
Shamkhani menyatakan bahwa jika pembicaraan berlangsung dalam suasana adil tanpa paksaan, kesepakatan tetap memungkinkan, bahkan negosiasi tidak langsung dapat berkembang menjadi dialog langsung apabila tercipta saling pengertian.
Ia menegaskan kembali bahwa proyek nuklir Iran tidak akan pernah dialihkan menjadi senjata, dan Iran bersedia menurunkan tingkat pengayaan uranium dari 60 persen menjadi 20 persen jika terdapat kompensasi politik serta ekonomi yang konkret.
Shamkhani memperingatkan bahwa konflik di masa mendatang tidak akan terbatas pada wilayah perbatasan Iran, dan pengalaman menahan diri pada konfrontasi sebelumnya tidak akan terulang lagi.
Ia menegaskan bahwa respons Iran akan bersifat proporsional terhadap ancaman yang muncul, termasuk dari pangkalan-pangkalan militer di kawasan tersebut.
Editor: 91224 R-ID Elok

