
Repelita Tangerang - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui bahwa prediksinya mengenai pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tidak sesuai dengan realisasi yang terjadi. Ia mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Kabupaten Tangerang pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan menyatakan bahwa target awalnya lebih tinggi dari angka yang dicapai.
“Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7. Jadi harusnya 5,5 lah. Tapi sejujurnya lumayan lah kita masih tumbuh 5,1 persen,” ujar Purbaya. Meski demikian, ia menilai pertumbuhan ekonomi sebesar lima koma sebelas persen tersebut masih termasuk dalam kategori yang cukup baik.
Menurut penilaiannya, angka pertumbuhan tersebut justru mencatatkan kinerja tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Ia membandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya berada pada kisaran empat hingga lima koma satu persen sehingga ada sinyal positif perbaikan ekonomi.
“Tadinya kan berapa sih? 4 persen, ini 5 persen. Ini 5,1 persen. Sekarang udah 5,39 persen. Itu tertinggi dalam berapa tahun terakhir, lho? Di triwulan keempat mungkin 4 tahun, 5 tahun terakhir. Jadi lumayan. Jadi ada sinyal pembalikan ekonomi,” kata dia. Pernyataan ini merujuk pada data triwulan keempat tahun 2025 yang menunjukkan percepatan pertumbuhan.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Menkeu menyatakan rencananya akan melakukan kunjungan kerja ke berbagai kementerian dan lembaga negara. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penyerapan anggaran belanja pemerintah berjalan tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini awal karena sebagian mesin belum jalan. Tapi saya harapkan tahun ini akan lebih baik lagi. Ini saya akan lebih banyak jalan-jalan ke kementerian/lembaga supaya belanja mereka tetap sasaran,” ucap dia. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran belanja pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga akan mengaktifkan kembali proses sidang untuk menghilangkan berbagai hambatan bisnis yang ada. “Dan kami akan juga lebih aktifkan lagi proses sidang di debottlenecking. Supaya seluruh kendala bisnis bisa dihilangkan dari perekonomian kita secepat mungkin,” tambahnya.
Untuk kuartal pertama tahun 2026, Menkeu Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai enam persen. Ia optimis bahwa dengan berbagai langkah percepatan yang dilakukan, target tersebut dapat dicapai dalam periode tiga bulan pertama tahun berjalan.
“Ini kan 5 poin (persen). Saya harapkan menuju 6. Ini kan kita baru bulan pertama masuk ke bulan kedua. Tinggal 1, hampir 2 bulan lagi kan. Kalau bisa lebih cepat lagi. Abis ini saya akan putar-putar kementerian/lembaga. Kita lihat penyerapannya bulan pertama seperti apa. Bulan kedua seperti apa. Bulan ketiga seperti apa,” jelas dia.
Badan Pusat Statistik sebelumnya telah melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 mencapai lima koma sebelas persen secara tahunan. Sementara untuk triwulan keempat tahun 2025, pertumbuhannya tercatat sebesar lima koma tiga puluh sembilan persen.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

