
Repelita Kairo - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan peringatan keras terkait meningkatnya ketegangan politik di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa intervensi eksternal terhadap Iran tidak hanya mengancam kedaulatan negara tersebut tetapi juga berpotensi menggoyang stabilitas regional secara keseluruhan.
Pernyataan ini disampaikan Erdogan dalam keterangan pers usai melakukan serangkaian perundingan di Mesir pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menekankan bahwa solusi paling rasional untuk meredakan ketegangan, termasuk isu program nuklir, adalah melalui jalur diplomasi dan dialog politik.
“Kami percaya intervensi eksternal terhadap tetangga kami, Iran, adalah ancaman serius bagi seluruh kawasan. Cara paling masuk akal untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk isu nuklir, adalah melalui diplomasi,” tegas Erdogan. Pernyataan ini merefleksikan posisi konsisten Turki yang mengedepankan pendekatan damai dalam penyelesaian konflik.
Komentar Presiden Turki tersebut muncul bersamaan dengan berbagai laporan mengenai manuver diplomatik Amerika Serikat di kawasan. Utusan khusus AS Steve Witkoff dilaporkan sedang mempersiapkan pertemuan penting dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam waktu dekat.
Witkoff diketahui baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa, 3 Februari 2026. Rangkaian pertemuan ini menunjukkan intensitas tekanan dan lobi diplomatik yang sedang berlangsung di antara berbagai pihak terkait.
Terdapat perkembangan signifikan mengenai lokasi pertemuan yang semula disebutkan akan berlangsung di Istanbul. Berdasarkan laporan terbaru, pemerintahan Amerika Serikat telah menyetujui permintaan Iran untuk memindahkan lokasi negosiasi keluar dari wilayah Turki.
Perundingan krusial antara Amerika Serikat dan Iran kini dijadwalkan akan berlangsung di Muscat, Oman pada Jumat, 6 Februari 2026. Pemindahan lokasi ini mempertegas peran Oman sebagai pihak mediator netral yang secara tradisional menjadi jembatan komunikasi antara kedua negara yang bersengketa.
Bagi Erdogan, esensi utama dari seluruh dinamika ini adalah pentingnya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah di tengah situasi yang semakin rentan. Ia menegaskan bahwa kegagalan diplomasi akan membawa konsekuensi serius bagi seluruh kawasan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

