Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mengenal Jiu Tian, kapal induk drone di udara dari Cina

Repelita Jakarta - Kontroversi muncul seiring rencana penggunaan kapal induk bekas Italia Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan ke Indonesia untuk mengangkut drone Bayraktar mengingat keterbatasan pesawat tempur yang mampu beroperasi dari deknya.

Skema tersebut memunculkan perbandingan dengan konsep kapal induk udara yang dikembangkan Cina melalui drone raksasa bernama Jiu Tian yang mampu membawa dan meluncurkan hingga seratus drone kecil sekaligus.

Drone Jiu Tian pertama kali diperkenalkan secara publik pada Zhuhai Airshow di bulan November 2024 dengan sebutan Smart-configuration Support Unmanned Aerial Vehicle atau SS-UAV serta Jetank.

Pengembangan Jiu Tian melibatkan sejumlah perusahaan teknologi di wilayah Shaanxi dan Guangzhou bersama Institut Riset dan Desain Pesawat I AVIC yang berada di bawah naungan pemerintah Cina.

Proyek tersebut diselesaikan dalam waktu delapan belas bulan dengan estimasi biaya mencapai sekitar lima ratus juta dolar Amerika Serikat.

Hingga April tahun lalu empat unit Jiu Tian telah berhasil diproduksi sebagaimana dilaporkan oleh media resmi Cina termasuk CCTV dan South China Morning Post.

Penerbangan perdana drone ini tercatat dilakukan pada Desember tahun yang sama setelah proses produksi rampung.

Jiu Tian memiliki bentang sayap mencapai dua puluh lima meter yang hampir setara dengan pesawat Boeing 737 dan termasuk dalam kategori drone ekstra besar.

Drone ini memiliki bobot keseluruhan hingga sebelas ton atau satu setengah kali lipat dari RQ-4 Global Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Meskipun demikian ketinggian terbang maksimum Jiu Tian hanya mencapai empat puluh sembilan ribu kaki dengan durasi terbang paling lama dua belas jam yang berada di bawah kemampuan RQ-4.

Ditenagai mesin jet tunggal Jiu Tian mampu mencapai kecepatan maksimum tujuh ratus kilometer per jam dengan jangkauan jelajah hingga empat ribu tiga ratus lima puluh mil sambil mengangkut muatan maksimal enam koma enam ton.

Bagian hidungnya dilengkapi antena elektro-optis sensor inframerah serta dome radar pemindai permukaan untuk mendukung berbagai misi pengintaian dan serangan.

Anjungan kargo besar pada Jiu Tian memiliki pintu di kedua sisi yang memungkinkan pemasangan modul misi berbeda termasuk modul pengangkut barang dan cadangan bahan bakar sehingga cocok untuk operasi kemanusiaan.

Delapan pylon di bawah sayapnya mampu membawa berbagai senjata berat seperti bom berpemandu rudal supersonik antikapal rudal udara-ke-udara serta rudal balistik.

Fitur utama yang paling menonjol adalah Isomerism Hive Module yang berfungsi sebagai peluncur kawanan drone kecil termasuk varian kamikaze FPV yang terbukti efektif dalam konflik di Ukraina.

Drone kamikaze FPV tersebut dilengkapi kamera kecil sehingga operator dapat mengendalikan secara langsung melalui pandangan orang pertama untuk menyerang kendaraan maupun personel dengan presisi tinggi.

Modul peluncur juga dapat disesuaikan untuk melepaskan drone quadcopter maupun UAV berdesain sayap tetap sesuai kebutuhan operasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved