Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Membangun Partai Besar Butuh Waktu Puluhan Tahun, PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

 Kongres PSI 2025: Kaesang Dikukuhkan sebagai Ketum Lagi, Logo Partai Jadi  Gajah

Repelita - Analis politik Saiful Huda Ems memberikan pandangan mendalam mengenai proses panjang dan sulit yang diperlukan untuk membangun partai politik menjadi besar di Indonesia.

Menurutnya, membesarkan sebuah partai memerlukan waktu puluhan tahun dan seringkali terkait dengan posisi strategis seperti menjadi presiden atau menjadi oposisi yang kuat terhadap penguasa.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap pidato mantan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia di Makassar pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Saiful memberikan contoh konkret dengan mengutip perjuangan panjang yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dalam membesarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Megawati mulai memimpin Partai Demokrasi Indonesia sejak tahun 1993 hingga 1996 sebelum akhirnya partai tersebut mengalami transformasi menjadi PDIP.

Namun karena kehendak sejarah, Megawati berani berhadap-hadapan dengan otoritarianisme rezim Orba Soeharto, hingga rezim itu terjungkal pada 1998, kata Saiful melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 8 Februari 2026.

Contoh lain yang diangkat adalah perjalanan Partai Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto pada tahun 2008.

Partai tersebut tidak langsung menjadi besar dan memerlukan waktu enam belas tahun untuk tumbuh menjadi kekuatan politik signifikan pada Pemilu 2024.

Itu pun masih kalah dengan suara PDIP yang juara tiga kali berturut-turut, mulai di Pemilu 2014, 2019 dan 2024, kata Saiful.

Berdasarkan dua contoh tersebut, Saiful menegaskan bahwa kebesaran partai seperti PDIP dan Gerindra tidak boleh disamakan dengan kondisi Partai Solidaritas Indonesia.

PSI itu dari awal sudah partai gurem dan ketua umum maupun semua jajaran pengurusnya itu masih politisi pemula semuanya, tegas analis politik tersebut.

Ia menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan sangat sulit untuk tumbuh menjadi partai besar meskipun menggunakan segala upaya yang mungkin.

PSI akan sangat susah sekali untuk menjadi partai besar, meskipun menggunakan jasa 1.000 dukun ampuh berskala internasional, kata Saiful.

Analisis ini menyoroti beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan partai politik dalam skala nasional.

Pertama, diperlukan waktu yang cukup panjang untuk membangun infrastruktur, basis massa, dan kaderisasi yang solid.

Kedua, partai perlu melalui berbagai dinamika politik dan konteks sejarah tertentu yang membentuk karakter dan daya tahannya.

Ketiga, kepemimpinan partai harus memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai dalam mengelola organisasi politik yang kompleks.

Keempat, partai harus mampu menghadapi tantangan dari rezim penguasa atau bersaing dalam sistem politik yang kompetitif.

Kelima, konsistensi perjuangan dan ketahanan menghadapi tekanan menjadi faktor kritis dalam pertumbuhan partai politik.

Dalam konteks Partai Solidaritas Indonesia, Saiful melihat beberapa kelemahan mendasar yang menghambat pertumbuhannya.

Struktur kepemimpinan yang masih didominasi oleh politisi pemula dinilai kurang memiliki pengalaman dalam mengelola partai.

Figur sentral yang diandalkan, yaitu mantan Presiden Joko Widodo, sudah tidak memiliki kekuasaan eksekutif yang dapat mendongkrak partai.

Proses kaderisasi dan regenerasi juga belum terlihat sistematis untuk membangun pondasi partai yang berkelanjutan.

Selain itu, persaingan dengan partai-partai mapan yang sudah memiliki basis massa kuat menjadi tantangan tersendiri.

Masyarakat pemilih juga semakin rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh figur populer tanpa program kerja yang jelas.

Oleh karena itu, prediksi bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan tetap menjadi partai kecil dalam waktu dekat cukup beralasan.

Transformasi menjadi partai besar memerlukan strategi jangka panjang yang komprehensif dan berkelanjutan.

Partai perlu fokus pada pembangunan institusi yang kuat di tingkat akar rumput daripada mengandalkan figur tertentu.

Proses pembelajaran dari sejarah perjalanan partai-partai besar di Indonesia dapat menjadi bahan refleksi yang berharga.

Masa depan Partai Solidaritas Indonesia akan sangat tergantung pada kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menjawab tantangan politik.

Analisis Saiful Huda Ems ini menjadi bahan pertimbangan bagi para pengamat dan pelaku politik dalam melihat dinamika partai politik di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved