Repelita Jakarta - Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia serta sejumlah perguruan tinggi lain menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Jakarta Selatan pada Jumat 27 Februari 2026 sore.
Massa aksi mulai tiba di lokasi sekitar pukul enam belas waktu Indonesia barat dengan membawa berbagai atribut seperti bendera poster serta spanduk yang berisi tuntutan tegas.
Beberapa poster bertuliskan Killers diangkat tinggi-tinggi sementara peserta aksi secara kompak meneriakkan slogan Polisi Pembunuh berulang-ulang di depan gerbang Mabes Polri.
Mahasiswa juga membentangkan seragam SMA berwarna putih abu-abu yang telah dicoret dengan tulisan Mati Dibunuh Polisi berwarna merah sebagai simbol protes atas dugaan kekerasan aparat.
Atribut tersebut menjadi representasi kemarahan terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan seorang siswa Madrasah Tsanawiyah bernama Arianto Tawakkal oleh anggota Brimob Bripda Mesias Victoria Siahaya.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando para pembicara menuntut pengusutan kasus secara transparan dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
"Kami minta reformasi Polri. Kami mendesak agar Kapolri dan Kapolda dicopot," seru salah seorang orator di hadapan massa.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang membentuk barikade di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban.
Sejumlah personel kepolisian terlihat mengenakan kopiah dan sorban sebagai bagian dari upaya menjaga suasana tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung.
Para mahasiswa tetap menjaga kekompakan dalam menyampaikan aspirasi hingga aksi selesai tanpa insiden berarti.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

