Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah mengkritik keras keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan Indonesia ke dalam Board of Peace buatan Amerika Serikat.
Menurut M Rizal Fadillah langkah tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap prinsip Gerakan Non Blok yang lahir dari Konferensi Asia Afrika Bandung 1955.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sejak KTT Asia Afrika 1955 menjadi pelopor pembebasan bangsa-bangsa terjajah dengan prinsip kemerdekaan sebagai hak segala bangsa sehingga membentuk Gerakan Non Blok pada 1961.
M Rizal Fadillah menyatakan bahwa Palestina kini menjadi satu-satunya bangsa yang masih dijajah Israel sebagai penjajah kejam meskipun dunia sepakat Israel adalah negara penjajah dan Palestina berhak merdeka.
Dunia mendukung solusi dua negara sebagai pilihan moderat meskipun hasil pencaplokan tanah Palestina oleh Israel tetap menjadi akar persoalan utama.
Amerika Serikat terus melindungi Israel baik secara mandiri maupun melalui PBB sambil mengabaikan hak Palestina meskipun PBB secara kolektif mendukung pemulihan kedaulatan Palestina.
Beberapa resolusi PBB seperti 181 tahun 1947 tentang pembagian Palestina 194 tahun 1948 tentang hak pengungsi kembali 242 tahun 1967 tentang penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan.
Resolusi 12 September 2025 mengakui kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara penolakan pemukiman ilegal serta pengembalian pengungsi dengan dukungan 142 negara termasuk Indonesia.
Resolusi Dewan Keamanan PBB November 2025 tentang gencatan senjata penyaluran bantuan serta penguatan otoritas Palestina juga menjadi bagian dari upaya internasional.
M Rizal Fadillah menilai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang berpotensi menjadi tandingan PBB sebagai pengkhianatan terhadap tiga hal utama.
Pertama pengkhianatan terhadap prinsip serta perjuangan Gerakan Non Blok dari KTT Asia Afrika Bandung 1955.
Kedua pengkhianatan terhadap Resolusi 12 September 2025 yang mengakui kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
Ketiga pengkhianatan terhadap PBB melalui BoP pelucutan senjata Hamas sesuai keinginan Israel serta penempatan 8000 TNI untuk melawan pejuang Hamas.
M Rizal Fadillah menyatakan bahwa Prabowo berkhianat terhadap rakyat dan bangsa Indonesia yang konsisten berpegang pada UUD 1945 mengutuk kebiadaban Israel serta mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
Ia menggambarkan Israel sebagai penjajah penipu serta iblis laknatullah sementara Amerika menciptakan Board of Peace untuk menjebak Indonesia dan menyuap Prabowo yang tampak lapar.
M Rizal Fadillah mempertanyakan apakah Prabowo akan dicap sebagai antek zionis akibat keputusan tersebut yang dinilai merugikan posisi serta kehormatan Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

