Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jurnalis Yahudi: Dokumen Netanyahu campuran bohong dan manipulasi

 Pengakuan Kolomnis New York Times: “Netanyahu, Pemimpin Buruk Sepanjang  Sejarah Yahudi” - Nusantara Palestina Center

Repelita Yerusalem - Reaksi publik di Israel semakin memanas setelah dirilisnya dokumen tanggapan resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada Pengawas Keuangan Negara pada Kamis pekan lalu.

Dokumen yang menjadi elemen penting dalam investigasi Ombudsman terkait tragedi 7 Oktober 2023 justru menunjukkan upaya sistematis Netanyahu untuk melepaskan diri dari tanggung jawab atas kegagalan keamanan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Alih-alih melakukan evaluasi mendalam terhadap kepemimpinannya ia memilih menyerang balik dengan menyalahkan rival politik serta pimpinan intelijen sementara peran dan tanggung jawabnya sebagai kepala pemerintahan dikecilkan secara signifikan.

Manuver tersebut memicu kecaman keras dari berbagai kalangan mulai dari politisi hingga jurnalis senior yang menilai dokumen itu bukanlah bentuk pertanggungjawaban melainkan instrumen elektoral yang dirancang secara strategis sejak awal konflik.

Netanyahu dituding melakukan pertaruhan berisiko tinggi dengan mengorbankan integritas keamanan nasional demi melindungi citra dan kelangsungan karier politik pribadinya.

Jurnalis investigasi terkemuka Ronen Bergman dalam analisisnya di Yediot Aharonot menyebut dokumen tersebut sebagai campuran kebohongan dan pemalsuan yang berbahaya.

Bergman menuduh Netanyahu menyalahgunakan akses terhadap materi rahasia negara untuk mengalihkan kesalahan dengan cara menyesatkan publik.

Netanyahu memutuskan sendiri informasi apa yang boleh diketahui masyarakat dan apa yang disembunyikan terutama menjelang tahun pemilihan.

Ia dituduh melakukan perebutan otoritas publikasi secara tidak sah serta manipulasi fakta sejarah demi agenda politik.

Bergman menyimpulkan bahwa dokumen itu terdiri dari kutipan terpotong dan menyesatkan yang dirancang khusus untuk membebaskan Netanyahu di mata pemilih dengan memanfaatkan otoritas dan ketakutan terhadap lembaga keamanan.

Pandangan bahwa dokumen ini sarat muatan politik elektoral diperkuat oleh analisis Yara Shapira dari Perusahaan Penyiaran Israel.

Shapira mengungkapkan bahwa pengumpulan bahan untuk dokumen pembelaan diri Netanyahu telah dimulai sejak Oktober 2023 tak lama setelah perang pecah.

Netanyahu tidak menghadapi komisi penyelidikan melainkan berbicara langsung kepada publik yang terkejut dua tahun setelah bencana besar dan mendekati masa kampanye pemilihan.

Waktu perilisannya dinilai sangat strategis untuk membentuk narasi tandingan terhadap tuduhan yang akan muncul menjelang pemilihan.

Dokumen tersebut dipandang sebagai pembuka kampanye tidak resmi sekaligus upaya membentuk persepsi publik sebelum pemungutan suara resmi digelar.

Dalam dokumennya Netanyahu menerapkan taktik pemilihan kutipan secara selektif dari berbagai rapat selama satu dekade untuk memperkuat argumennya.

Ia mengklaim telah berulang kali mendorong pembunuhan pimpinan Hamas seperti Yahya Sinwar dan Mohammed Deif namun selalu dihalangi oleh kepala dinas keamanan.

Netanyahu juga menyatakan pernah mempertimbangkan pendudukan kembali Gaza berkali-kali tetapi ditolak lembaga keamanan dengan alasan biaya tinggi dan kurangnya legitimasi.

Klaim tersebut bertentangan dengan kesaksian sejumlah pejabat keamanan senior yang menyatakan bahwa justru pemerintahan Netanyahu sering menolak rencana ofensif terhadap Hamas.

Ia juga menyertakan kutipan dari rapat lama yang melibatkan rival politik seperti Naftali Bennett pada 2014 untuk menggambarkan mereka sebagai pihak lemah terhadap Hamas.

Taktik serupa diterapkan terhadap tokoh lain yang kini menjadi kritikus seperti Benny Gantz dan Moshe Ya'alon.

Bagian paling kontroversial adalah kutipan dari masa-masa menjelang 7 Oktober termasuk pernyataan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada 12 September 2023 yang menyebut situasi Gaza stabil.

Netanyahu juga menyoroti penilaian Kepala Staf Herzi Halevi pada 21 September 2023 yang melihat peluang jalan positif dengan Hamas melalui insentif ekonomi.

Yang paling mencolok adalah pernyataan Kepala Shin Bet Ronen Bar pada 6 Oktober 2023 yang menyatakan ketenangan telah kembali ke perbatasan Gaza dan kesepakatan lebih mendalam mungkin tercapai.

Dengan menonjolkan kutipan tersebut Netanyahu berupaya membangun narasi bahwa ia satu-satunya pihak yang waspada sementara seluruh aparatus keamanan terlena dengan ilusi perdamaian.

Yoav Gallant membalas dengan menyatakan bahwa Netanyahu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berbohong dan menghasut.

Pemimpin Oposisi Yair Lapid menegaskan bahwa Netanyahu telah diperingatkan berulang kali sebelum 7 Oktober termasuk oleh dirinya namun semua peringatan tersebut diabaikan.

Dokumen yang semestinya menjadi pembelaan diri justru memperdalam krisis politik dan kepercayaan publik di Israel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved