
Repelita Jakarta - Kekhawatiran internasional kembali muncul terkait potensi eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat setelah militer Israel melancarkan tiga serangan udara ke pusat Kota Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026.
Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan terjadinya tiga ledakan di wilayah pusat kota tersebut.
Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan preemptive yang diluncurkan untuk mengantisipasi ancaman.
Iran secara konsisten menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama mereka dan tidak ada niat untuk menyerang Israel.
Salah satu titik ledakan diketahui berada di dekat University Street atau Khayaban-e Danishkah.
Kolom asap terlihat mengepul di sekitar kawasan universitas tersebut, mengingatkan pada pola serangan Israel yang sering menargetkan infrastruktur sipil, ilmiah, dan akademis pada tahap awal operasi militer.
Video yang menunjukkan dampak ledakan serta kepulan asap telah beredar luas di platform media sosial X.
Komando Front Dalam Negeri Pasukan Pertahanan Israel memberlakukan pembatasan nasional seiring dengan pelaksanaan serangan ke wilayah Iran.
Setelah evaluasi terkini, militer Israel mengumumkan penutupan semua sekolah, pertemuan publik, serta tempat kerja di seluruh negeri, kecuali bagi sektor-sektor vital yang tetap beroperasi.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.
Pemerintah Teheran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

