Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Ancam Hancurkan Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah jika Berperang.

 

Repelita Teheran - Juru bicara resmi Tentara Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi konfrontasi militer. Peringatan itu disampaikan melalui wawancara eksklusif dengan Kantor Berita Pertahanan Suci di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.

Akraminia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi. Ia memberikan ultimatum kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memilih antara jalur rekonsiliasi damai atau menghadapi konsekuensi perang yang tidak terbatas.

“Konfrontasi apa pun akan mencakup seluruh wilayah geografis kawasan ini, dan semua pangkalan AS dari wilayah yang diduduki hingga perairan Teluk,” katanya. Pernyataan tersebut secara tegas mengindikasikan bahwa respons Iran tidak akan dibatasi pada wilayah teritorialnya sendiri.

Juru bicara militer Iran itu menambahkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan rentan menjadi sasaran. Penyebaran pasukan AS yang luas justru dinilai meningkatkan kerentanan mereka terhadap serangan balasan yang mungkin dilancarkan Teheran.

Peringatan tersebut disampaikan bersamaan dengan persiapan pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi melalui platform media sosial bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat direncanakan dimulai pada hari Jumat pagi waktu setempat.

“Pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan diadakan di Muscat sekitar pukul 10 pagi hari Jumat,” tulis Araghchi. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Oman yang telah berperan sebagai fasilitator pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Namun laporan dari berbagai sumber menyebutkan adanya ketidakpastian terkait kelangsungan pembicaraan tersebut. Beberapa sumber mengklaim bahwa pembicaraan sempat dibatalkan karena Washington mencoba memberlakukan persyaratan baru yang tidak disepakati oleh pihak Iran.

Perselisihan tersebut dikabarkan berpusat pada substansi pembicaraan, khususnya terkait tuntutan Amerika Serikat agar Iran membatasi program rudal balistiknya. Pemerintahan Trump didesak untuk memasukkan pembahasan jangkauan rudal Iran dalam agenda negosiasi.

Sementara itu, cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Sayyed Ali Ahmad Khomeini, menyatakan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah menerima penghinaan dari pihak manapun. “Amerika akan mati dan tidak akan melihat penghinaan kita, atau penghinaan rakyat kita atau negara kita,” tegasnya dalam wawancara terpisah.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengonfirmasi bahwa program rudal negara tersebut telah mengalami modernisasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa peningkatan kemampuan rudal balistik dalam segala aspek teknis telah memperkuat daya deterensi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Repelita Teheran - Juru bicara resmi Tentara Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi konfrontasi militer. Peringatan itu disampaikan melalui wawancara eksklusif dengan Kantor Berita Pertahanan Suci di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.

Akraminia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi. Ia memberikan ultimatum kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memilih antara jalur rekonsiliasi damai atau menghadapi konsekuensi perang yang tidak terbatas.

“Konfrontasi apa pun akan mencakup seluruh wilayah geografis kawasan ini, dan semua pangkalan AS dari wilayah yang diduduki hingga perairan Teluk,” katanya. Pernyataan tersebut secara tegas mengindikasikan bahwa respons Iran tidak akan dibatasi pada wilayah teritorialnya sendiri.

Juru bicara militer Iran itu menambahkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan rentan menjadi sasaran. Penyebaran pasukan AS yang luas justru dinilai meningkatkan kerentanan mereka terhadap serangan balasan yang mungkin dilancarkan Teheran.

Peringatan tersebut disampaikan bersamaan dengan persiapan pembicaraan nuklir yang dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi melalui platform media sosial bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat direncanakan dimulai pada hari Jumat pagi waktu setempat.

“Pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan diadakan di Muscat sekitar pukul 10 pagi hari Jumat,” tulis Araghchi. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Oman yang telah berperan sebagai fasilitator pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Namun laporan dari berbagai sumber menyebutkan adanya ketidakpastian terkait kelangsungan pembicaraan tersebut. Beberapa sumber mengklaim bahwa pembicaraan sempat dibatalkan karena Washington mencoba memberlakukan persyaratan baru yang tidak disepakati oleh pihak Iran.

Perselisihan tersebut dikabarkan berpusat pada substansi pembicaraan, khususnya terkait tuntutan Amerika Serikat agar Iran membatasi program rudal balistiknya. Pemerintahan Trump didesak untuk memasukkan pembahasan jangkauan rudal Iran dalam agenda negosiasi.

Sementara itu, cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Sayyed Ali Ahmad Khomeini, menyatakan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah menerima penghinaan dari pihak manapun. “Amerika akan mati dan tidak akan melihat penghinaan kita, atau penghinaan rakyat kita atau negara kita,” tegasnya dalam wawancara terpisah.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengonfirmasi bahwa program rudal negara tersebut telah mengalami modernisasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa peningkatan kemampuan rudal balistik dalam segala aspek teknis telah memperkuat daya deterensi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved