Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Informasi ke Presiden Tak Lengkap, Mahfud MD: Presiden Dikepung Informasi 'Bodong'?

 Mahfud MD Pernah Jadi Menteri Pertahanan, Tidak Sependapat Dengan Presiden  Jokowi

Repelita Jakarta - Mahfud MD mengungkapkan fakta mengejutkan terkait proses penyampaian informasi kepada Presiden dalam podcast Terus Terang yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official.

Menurutnya, selama ini ada banyak "saringan" yang membuat laporan yang diterima Presiden tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Mahfud menjelaskan bahwa perbedaan antara laporan resmi dan kondisi sebenarnya sering kali sangat jauh.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa informasi yang sampai ke Presiden itu sering tidak utuh saringannya banyak sekali.

Pernyataan ini membuka diskusi besar tentang bagaimana alur informasi internal di pemerintahan bekerja dan sejauh mana kebenaran data yang diterima pemimpin negara.

Mahfud juga menyinggung bahwa ketidaksinkronan informasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Presiden Prabowo mulai mengundang sejumlah tokoh kritis ke Istana dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Mahfud, langkah ini merupakan bentuk kesadaran bahwa data yang masuk melalui jalur birokrasi tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Ia menegaskan, sering terjadi beda antara yang dilaporkan dengan data lapangan.

Karena itu, kata Mahfud, Presiden memilih untuk mendapatkan penjelasan langsung dari mereka yang selama ini mengkritik kebijakan pemerintah atau memberi masukan dari luar lingkaran kekuasaan.

Mahfud menilai langkah tersebut sebagai perkembangan positif dalam praktik pemerintahan.

Ia bahkan menyebutnya harus diterima sebagai kabar baik bagi publik.

Menurutnya, kita gembira bahwa akhirnya Pak Prabowo melakukan itu.

Mahfud menambahkan bahwa yang terpenting saat ini adalah kemauan Presiden untuk membuka ruang dialog yang jujur dan tanpa filter.

Presiden mau mendengar dari masyarakat yang orinil, ujarnya.

Pernyataan Mahfud ini sekaligus menegaskan pentingnya transparansi informasi dalam pengambilan kebijakan.

Dengan mendengarkan langsung pandangan tokoh-tokoh dari luar lingkaran resmi, Presiden dinilai dapat memiliki pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan bangsa.

Kombinasi tiga poin utama informasi yang tidak utuh, kesenjangan antara laporan dan fakta, serta langkah Presiden membuka ruang dialog menjadi sinyal kuat bahwa pola komunikasi pemerintahan sedang berubah.

Mahfud menyampaikan bahwa perubahan budaya seperti ini penting untuk memastikan keputusan negara selaras dengan kenyataan di lapangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved