Repelita Jakarta - Partai Golkar menegaskan tidak akan mengikuti jejak PAN yang telah mengusulkan ketua umumnya Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029
Direktur ABC Riset & Consulting Erizal menilai sikap Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia tersebut mencerminkan komitmen loyalitas tinggi terhadap agenda Prabowo-Gibran dua periode yang telah disepakati jauh sebelumnya
Erizal menyatakan bahwa hal ini menjadi bukti nyata kesetiaan Bahlil kepada Presiden Joko Widodo dalam dinamika politik nasional saat ini
Menurutnya sudah ada kesepakatan awal antara Golkar dengan Presiden Prabowo sehingga partai tidak perlu terburu-buru mengajukan nama calon wakil presiden
Erizal menjelaskan bahwa prioritas Golkar adalah menjaga posisi menteri yang ada bahkan berpotensi menambah jumlahnya melalui kemungkinan reshuffle kabinet di masa depan
Ia menambahkan bahwa Golkar tidak ingin terlibat dalam kompetisi pencalonan cawapres karena Pilpres 2029 masih terlalu dini untuk dibahas secara intensif
Erizal menegaskan bahwa fokus utama Golkar saat ini adalah memperkuat konsolidasi internal serta mendukung penuh keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu tanggal 15 Februari 2026 Erizal menyatakan Golkar siap mendukung siapa pun yang menjadi cawapres Prabowo selama kepentingan kursi menteri partai tetap terjamin
Ia menekankan bahwa Golkar lebih memilih menjaga stabilitas pengaruh di pemerintahan daripada ikut-ikutan mengusung calon wakil presiden pada tahap ini
Erizal menyimpulkan bahwa strategi Golkar ini menunjukkan pendekatan jangka panjang untuk mempertahankan posisi strategis tanpa terjebak dalam manuver politik yang masih prematur(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

