Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Elon Musk Sebut Amerika Terancam Bangkrut Tanpa Andalkan AI dan Robotika

 

Repelita Jakarta - Miliarder teknologi Elon Musk mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi fiskal Amerika Serikat.

Dalam wawancara yang dilakukan pada awal Februari 2026, Musk menyatakan keyakinannya bahwa negara adidaya itu berada di ambang kebangkrutan tanpa solusi struktural yang segera untuk mengatasi utang nasionalnya yang melonjak.

Ia bahkan secara eksplisit menyebut risiko kebangkrutan tersebut mencapai "1000%".

Pernyataan itu disampaikan Musk dalam pembicaraannya di Dwarkesh Podcast pada 5 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan dan robotika adalah satu-satunya jalan keluar yang realistis untuk menyelamatkan perekonomian Amerika dari krisis fiskal yang semakin parah.

"Kita 1000% akan bangkrut sebagai negara tanpa AI dan robot.

Tidak ada mekanisme lain yang mampu mengatasi utang nasional.

Kita hanya perlu cukup waktu untuk membangun teknologi itu sebelum kebangkrutan benar-benar terjadi," ujar Musk.

Kekhawatiran utamanya berpusat pada kecepatan pertumbuhan utang nasional Amerika Serikat yang dinilainya sudah di luar kendali.

Musk menyoroti fakta bahwa pembayaran bunga utang saat ini telah melebihi anggaran militer negara itu, yang nilainya sekitar satu triliun dolar AS setiap tahunnya.

Menurutnya, kondisi ini merupakan pertanda bahaya serius bagi keberlangsungan fiskal Amerika.

Dalam kerangka pemikiran inilah Musk menghubungkan perannya dalam pembentukan Department of Government Efficiency atau D.O.G.E.

Lembaga ini bertujuan untuk menekan pemborosan anggaran dan memperlambat laju akumulasi utang negara.

Tujuan strategisnya bukan sekadar penghematan jangka pendek, melainkan untuk membeli waktu agar Amerika dapat membangun fondasi ekonomi baru yang bertumpu pada kecerdasan buatan dan robotika.

Sebelumnya, Musk telah memprediksi bahwa industri robot canggih berpotensi memiliki nilai hingga sepuluh triliun dolar AS.

Sementara itu, pasar kecerdasan buatan global diperkirakan dapat menghasilkan antara 1,8 hingga 15 triliun dolar AS pada tahun 2030.

Namun, ia mengakui bahwa hubungan langsung antara ledakan teknologi ini dengan kemampuan negara membayar utangnya masih menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli.

Di sisi lain, otomatisasi massal yang dipicu oleh AI dan robotika berpotensi menimbulkan guncangan besar di pasar tenaga kerja.

Menanggapi risiko ini, Musk kembali mengusulkan penerapan konsep pendapatan dasar universal dalam bentuk "pendapatan tinggi".

Meskipun demikian, konsep dan mekanisme pendanaan untuk program semacam itu masih terus menuai kritik dari berbagai spektrum politik.

Data terkini memperlihatkan betapa nyatanya tantangan tersebut.

Hingga awal Februari 2026, utang nasional Amerika Serikat tercatat telah naik dari 36,1 triliun dolar AS menjadi sekitar 38,7 triliun dolar AS.

Sementara itu, upaya penghematan yang dijalankan oleh D.O.G.E sejauh ini baru memberikan dampak yang relatif kecil jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan utang yang terjadi.

Kombinasi antara membengkaknya utang, perlambatan pertumbuhan teknologi, serta ketidakpastian kebijakan membuat peringatan Musk terdengar semakin relevan.

Pertanyaan yang kini mengemuka bukan lagi tentang ada atau tidaknya risiko kebangkrutan, melainkan apakah kecerdasan buatan dan robotika dapat hadir tepat pada waktunya untuk mencegah bencana fiskal tersebut terjadi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved