Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Eggi ngamuk dan polisikan Roy Suryo karena disebut tuyul dan dibeli Jokowi: Mana buktinya?

 

Repelita Jakarta - Perseteruan antara Eggi Sudjana dan Roy Suryo semakin memanas setelah Eggi Sudjana secara resmi melaporkan Roy Suryo ke kepolisian atas dugaan fitnah serta pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dipicu oleh pernyataan Roy Suryo yang menyebut Eggi Sudjana dibeli oleh Joko Widodo setelah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan dalam perkara dugaan ijazah palsu.

Eggi Sudjana menantang Roy Suryo untuk menunjukkan bukti konkret atas tuduhan tersebut.

Perselisihan ini bermula dari perbedaan status hukum keduanya dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

Eggi Sudjana telah memperoleh penghentian penyidikan sementara Roy Suryo masih menghadapi proses hukum yang berlanjut.

Roy Suryo kemudian menyampaikan sejumlah pernyataan melalui media yang dianggap Eggi Sudjana sebagai bentuk penghinaan dan tuduhan transaksional.

Pernyataan yang paling menyinggung adalah penggunaan istilah dibeli Jokowi yang disampaikan Roy Suryo dalam sebuah tayangan podcast.

Eggi Sudjana menilai pernyataan tersebut memenuhi unsur pidana pencemaran nama baik karena tidak didukung fakta yang jelas.

Ia menyatakan rasa sakit hati yang mendalam atas tuduhan tersebut.

Dalam podcast awal Februari dua ribu dua puluh enam Roy Suryo menyinggung restorative justice yang diterima Eggi Sudjana serta Damai Hari Lubis.

Roy Suryo menampilkan karikatur buatan Lukas Luwarso yang menggambarkan dua tuyul menghadap jin ifrit.

Ia juga mengeluarkan wayang dari balik bajunya sambil mengucapkan kalimat simbolis tentang bumi gonjang-ganjing serta langit kelap-kelip.

Roy Suryo menyiratkan pertanyaan mengenai identitas tuyul serta pihak yang dituduh sebagai jin ifrit dalam konteks tersebut.

Eggi Sudjana menganggap ungkapan tuyul bukan sekadar satire melainkan penghinaan langsung yang dilakukan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menegaskan bahwa satire seharusnya tidak menyentuh kasus hukum aktif seperti yang dialaminya.

Karena merasa harga dirinya diinjak-injak Eggi Sudjana memutuskan menempuh jalur hukum meskipun keduanya pernah menjadi rekan seperjuangan.

Eggi Sudjana menyatakan bahwa ia memiliki kemampuan untuk membalas dengan kekerasan namun memilih proses hukum sebagai bentuk pendidikan dan tanggung jawab.

Ia membuka kemungkinan pemberian maaf apabila pihak yang menuduh bersedia meminta maaf secara terbuka.

Eggi Sudjana menolak anggapan bahwa status bebasnya merupakan hasil lobi politik melainkan murni perjuangan melalui mekanisme hukum.

Eggi Sudjana juga mengungkapkan detail pertemuan dengan Joko Widodo di kediaman pribadi di Solo pada delapan Januari dua ribu dua puluh enam.

Pertemuan tersebut menghasilkan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan bagi dirinya serta Damai Hari Lubis.

Eggi Sudjana menegaskan bahwa pertemuan berlangsung dengan syarat tidak meminta maaf dan tidak dipublikasikan namun informasi tersebut tetap bocor ke publik.

Diskusi selama dua jam tersebut membahas kondisi kesehatan keduanya serta batasan yang perlu dihormati.

Joko Widodo merespons dengan sikap santun dan bertanya apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya.

Eggi Sudjana merasa terharu atas kesantunan tersebut dan kemudian meminta agar status tersangka dibatalkan.

Ia menyampaikan argumen imunitas hukum sebagai advokat berdasarkan Undang-Undang Nomor delapan belas Tahun dua ribu tiga Pasal enam belas.

Joko Widodo disebut langsung memerintahkan ajudan untuk berkoordinasi dengan kepolisian sehingga Surat Perintah Penghentian Penyidikan diterbitkan lebih cepat.

Selain itu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis melaporkan Ahmad Khozinudin ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik pada Minggu dua puluh lima Januari dua ribu dua puluh enam.

Ahmad Khozinudin mengkritik Eggi Sudjana serta Damai Hari Lubis karena dianggap melakukan pengkhianatan dalam gerakan tersebut.

Ia menilai manuver terbaru keduanya memecah soliditas kawan seperjuangan dan menguntungkan pihak lawan.

Ahmad Khozinudin menyoroti inkonsistensi Eggi Sudjana terkait isu ijazah Universitas Gadjah Mada Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Khozinudin pada Senin dua puluh enam Januari dua ribu dua puluh enam.

Ia menyatakan bahwa Eggi Sudjana sejak awal juga mempersoalkan ijazah sarjana dan bukan hanya ijazah sekolah dasar serta menengah.

Kasus ini mencerminkan keretakan hubungan di antara tokoh-tokoh yang sebelumnya berada dalam satu barisan perjuangan hukum terkait isu tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved