Repelita Jakarta - Dokter Tifa menyatakan bahwa penelitian independen yang dilakukan secara skeptis terhadap ijazah Joko Widodo menghasilkan kesimpulan bahwa dokumen yang diunggah Dian Sandi dan dibenarkan sendiri oleh Joko Widodo memiliki probabilitas tidak otentik sebesar sembilan puluh sembilan koma sembilan persen berdasarkan analisis ilmiah.
Penelitian tersebut dilakukan dengan pendekatan objektif tanpa memihak hipotesis awal sehingga memungkinkan semua kemungkinan tetap terbuka termasuk kemungkinan ijazah asli dan orangnya asli.
Dokter Tifa menjelaskan bahwa hipotesis nol yang menyatakan ijazah asli dan orangnya asli hanya dipercaya oleh sekitar tujuh persen netizen serta pendukung setia Joko Widodo.
Hipotesis satu yang menyatakan ijazah palsu namun orangnya asli diyakini oleh sembilan puluh tiga persen netizen menurut pengamatan yang beredar luas di berbagai platform.
Hipotesis dua yang menyatakan ijazah asli namun orangnya palsu mendapat dukungan dari Rocky Gerung sebagai salah satu tokoh yang secara konsisten mengangkat isu tersebut.
Hipotesis tiga yang menyatakan baik ijazah maupun orangnya palsu dianut oleh Bambang Tri serta dr Zulkifli sebagai bagian dari pandangan yang lebih ekstrem dalam perdebatan ini.
Dokter Tifa menegaskan bahwa tim peneliti beroperasi secara skeptis dengan memeriksa semua hipotesis satu dua dan tiga tanpa prasangka awal agar objektivitas tetap terjaga sepanjang proses analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen ijazah yang menjadi rujukan utama tidak memenuhi standar keaslian secara ilmiah sehingga hipotesis satu mendapat penguatan signifikan dari bukti yang ada.
Meskipun demikian penelitian masih perlu dilanjutkan secara mendalam untuk menguji lebih lanjut hipotesis dua dan hipotesis tiga guna menentukan mana yang memiliki probabilitas kebenaran tertinggi.
Dokter Tifa menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tidak bertujuan untuk memaksakan satu kesimpulan melainkan mengikuti bukti ilmiah yang muncul dari analisis forensik dokumen.
Ia menyatakan bahwa jika bukti baru nanti menunjukkan keaslian maka pihaknya siap merevisi kesimpulan sesuai fakta yang terverifikasi.
Perdebatan mengenai keaslian ijazah ini terus berlangsung di kalangan masyarakat dengan berbagai pandangan yang saling bertolak belakang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

