
Repelita Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil A Simanjuntak membantah tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis mengambil jatah anggaran pendidikan atau sektor lain yang krusial.
Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun X pribadinya @Dahnilanzar pada Senin 16 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa narasi yang berkembang seolah-olah MBG menggerus dana pendidikan sama sekali tidak benar dan tidak sesuai fakta.
Dahnil menjelaskan bahwa sumber dana program MBG berasal dari hasil efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan nilai mencapai lebih dari tiga ratus triliun rupiah.
Efisiensi tersebut menyasar pos-pos seperti perjalanan dinas serta alokasi lain yang tidak langsung berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Menurutnya langkah efisiensi ini memungkinkan pemerintah mengalokasikan dana tambahan untuk program prioritas tanpa mengurangi anggaran sektor pendidikan kesehatan atau layanan esensial lainnya.
Narasi bahwa MBG merugikan gaji guru honorer atau PPPK paruh waktu juga muncul di media sosial belakangan ini dan dinilai tidak berdasar.
Dahnil menekankan bahwa program MBG justru dirancang untuk mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya anak-anak melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
Ia juga menyinggung isu terkait BPJS Kesehatan yang sedang ramai dibicarakan setelah penonaktifan jutaan peserta PBI namun hal itu tidak ada kaitannya dengan anggaran MBG.
Dahnil menyatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan anggaran agar semua program strategis dapat berjalan tanpa saling mengorbankan satu sama lain.
Pernyataannya ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang beredar dan memberikan kejelasan kepada publik mengenai sumber pendanaan program unggulan tersebut.
Dengan demikian masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh narasi yang tidak akurat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

