Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

BGN Perintahkan Relokasi Dapur MBG Ponorogo, Sidak Temukan Lokasi di Bawah Rumah Walet dan Toilet Area Masak

 Dapur SPPG di Bawah Bekas Rumah Walet, BGN Beri Waktu 3 Bulan untuk Relokasi

Repelita Ponorogo - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kecamatan Banyudono Ponorogo menjadi sorotan setelah inspeksi mendadak menemukan lokasi dapur berada di bawah bekas rumah burung walet dan berdampingan dengan bangunan walet yang masih aktif.

Temuan tersebut dinilai berisiko terhadap sanitasi dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis yang tengah berjalan di wilayah tersebut.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan dapur tersebut harus segera direlokasi ke tempat yang sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Menurutnya keberadaan dapur di lingkungan bekas dan aktif rumah walet berpotensi menimbulkan masalah higienitas yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

BGN memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada pengelola untuk memindahkan dapur ke lokasi yang memenuhi standar kelayakan.

Selama masa transisi tersebut pihak pengelola diwajibkan memastikan proses produksi makanan tetap aman higienis dan sesuai prosedur operasional standar.

Tak hanya persoalan lokasi tim BGN juga menemukan sejumlah pelanggaran dalam desain dan tata letak dapur yang tidak sesuai aturan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan toilet yang berada di dalam area dapur dan berdekatan dengan pintu masuk utama.

Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar sanitasi pengolahan makanan yang mengharuskan pemisahan tegas antara area bersih dan kotor.

Selain itu alur pergerakan bahan mentah makanan matang serta ompreng atau wadah makan kotor ditemukan bercampur dalam satu jalur yang sama.

Hal ini terjadi karena dapur hanya memiliki dua pintu dan salah satunya dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.

Situasi tersebut berpotensi menyebabkan kontaminasi silang yang membahayakan kualitas makanan yang akan dikonsumsi para penerima manfaat.

Temuan lain yang disoroti adalah tidak tersedianya water heater untuk proses pencucian peralatan makan dan peralatan masak di dapur tersebut.

Penggunaan peralatan bekas seperti chiller dan lemari pendingin juga menjadi catatan penting dalam evaluasi yang dilakukan BGN.

Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional menuntut standar keamanan pangan yang sangat ketat.

Karena itu setiap dapur penyedia layanan wajib memenuhi ketentuan teknis agar kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat tetap terjaga.

BGN juga mempertanyakan proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi oleh Dinas Kesehatan setempat.

Pasalnya dengan sejumlah temuan tersebut dapur dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan dalam juknis MBG.

Hasil inspeksi ini akan menjadi bahan evaluasi lanjutan bagi BGN bersama instansi terkait di tingkat pusat maupun daerah.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Serta tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat program strategis nasional tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved