
Repelita Jakarta - Sebanyak sebelas juta peserta BPJS Kesehatan dari kategori Penerima Bantuan Iuran mengalami penonaktifan status kepesertaan secara tiba-tiba setelah dilakukan pemutakhiran data sosial ekonomi oleh pemerintah.
Ajat seorang pedagang es keliling di wilayah Banten batal menjalani sesi cuci darah pada Senin 2 Februari 2026 karena status BPJS PBI miliknya mendadak tidak aktif lagi.
Upaya Ajat untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya tidak berhasil lantaran sistem mengklasifikasikannya sebagai warga desil enam atau kelompok menengah meskipun penghasilannya tidak tetap dan bergantung pada kondisi harian.
Lebih dari seratus pasien cuci darah lainnya juga terdampak dan tidak dapat menjalani pengobatan rutin akibat gangguan teknis tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran besar mengingat program makan bergizi gratis masih dapat digantikan dengan konsumsi di rumah sedangkan layanan BPJS yang terhenti berpotensi mengancam nyawa pada situasi darurat atau kecelakaan.
Gak dapat MBG masih bisa makan di rumah, BPJS yang dinonaktifkan ini kalau kamu kecelakaan/lagi darurat mau nyari nyawa serep di mana? Ini pemerintah memang otaknya pada hilang kah?, tulis @tsetiady.
Keluhan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemutakhiran data yang berdampak langsung pada akses pelayanan kesehatan dasar bagi kelompok rentan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

