Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ray Rangkuti Nilai Tuduhan "Mens Rea" Pecah Belah Bangsa Tidak Masuk Akal

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai bahwa tuduhan mengenai konten pertunjukan komedi tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea mengandung unsur pemecah belah bangsa tidak memiliki landasan yang kuat.

Menurutnya sangat tidak masuk akal apabila sebuah pertunjukan humor dianggap memiliki kapasitas untuk membelah persatuan dan kesatuan nasional.

Ray menyatakan bahwa masyarakat Indonesia secara turun temurun telah memiliki budaya bercanda dan humor termasuk dalam menyikapi berbagai persoalan yang dianggap sensitif.

Pernyataannya itu dikutip dari siaran Kompas TV dimana dia menyebutkan bahwa bercanda merupakan aktivitas keseharian yang tidak seharusnya menyebabkan orang tersinggung apalagi sampai dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dia menambahkan bahwa sangat jauh dari nalar apabila warga Nahdlatul Ulama yang menggunakan candaan justru dilaporkan ke polisi dengan narasi yang menuding upaya memecah belah bangsa.

Dalam konteks ini materi komedi seharusnya dipahami sebagai ekspresi kritik sosial yang disampaikan melalui bungkus humor dan bukan ditafsirkan sebagai ancaman terhadap persatuan negara.

Ray juga menilai bahwa penggunaan narasi tentang kegaduhan serta perpecahan bangsa dalam laporan kasus tersebut terkesan sangat berlebihan dan tidak proporsional.

Terlebih lagi tradisi bercanda dan humor telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat termasuk di lingkungan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama yang dikenal akrab dengan budaya satire.

Dia menyoroti adanya kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan terutama terkait rencana pemanggilan saksi oleh aparat penegak hukum.

Menurut penilaiannya apabila merujuk pada ketentuan hukum acara pidana yang berlaku maka laporan tersebut berpotensi tidak memenuhi syarat kedudukan hukum yang sah.

Hal tersebut disebabkan karena pelapor tidak secara langsung mewakili individu maupun organisasi yang merasa dirugikan oleh materi pertunjukan komedi tersebut.

Ray menegaskan bahwa baik Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah secara resmi telah menyatakan tidak terlibat dan tidak memberikan mandat kepada pihak manapun untuk melaporkan kasus ini.

Dengan demikian laporan tersebut dinilai kehilangan dasar hukum karena tidak memiliki representasi yang sah dan diakui.

Terkait dengan identitas pihak yang berada di balik pelaporan Ray menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Berbagai spekulasi yang beredar di publik menurutnya belum dapat dibuktikan sementara sejumlah tokoh yang sempat dikaitkan telah menyatakan keterlepasan dari kasus ini.

Ray juga menilai bahwa polemik ini mengindikasikan kurangnya kepekaan sebagian pihak dalam membaca situasi sosial yang sedang berkembang di masyarakat.

Dia menyoroti besarnya antusiasme publik terhadap pertunjukan Mens Rea yang berhasil menarik puluhan ribu penonton di sebuah stadung dengan sistem tiket berbayar.

Fenomena tersebut menurutnya mencerminkan adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk menyampaikan kritik secara terbuka melalui medium yang kreatif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved