Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Media Asing Soroti Anjloknya Bursa Saham RI, Ungkap Hal Ini

IHSG Anjlok 8 Persen: Ini Penyebabnya

Repelita Jakarta - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan dengan anjloknya nilai kapitalisasi pasar mencapai sekitar delapan puluh miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan lebih dari seribu tiga ratus triliun rupiah hanya dalam kurun waktu dua hari perdagangan. Laporan dari kantor berita internasional Reuters menyoroti fenomena ini dengan judul yang mengangkat upaya otoritas Indonesia untuk menenangkan kekhawatiran pasar setelah kerugian besar tersebut, dimana aksi jual besar-besaran dipicu oleh peringatan dari penyedia indeks global MSCI.

Peringatan resmi dari MSCI tersebut menyangkut isu-isu mendasar terkait dengan kepemilikan saham serta tingkat transparansi dalam mekanisme perdagangan di bursa efek Indonesia. Kekhawatiran yang muncul dari lembaga pemeringkat global itu memicu arus keluar modal asing secara masif dan memberikan tekanan berat pada Indeks Harga Saham Gabungan yang sempat terkoreksi lebih dari delapan persen dalam periode perdagangan tertentu.

Tekanan terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia juga dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan investor internasional mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kekhawatiran tersebut khususnya menyangkut kebijakan pelebaran defisit anggaran negara serta peran pemerintah yang semakin besar dalam sektor keuangan, yang dinilai dapat mempengaruhi iklim investasi dan stabilitas makroekonomi jangka panjang.

Dinamika kebijakan fiskal dan moneter tersebut turut berkontribusi pada melemahnya nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level terendah sepanjang sejarah. Otoritas keuangan Indonesia merespons situasi ini dengan serangkaian langkah konkret yang bertujuan meredakan kepanikan dan memulihkan kepercayaan pelaku pasar domestik maupun internasional terhadap prospek ekonomi negara.

Regulator pasar modal meningkatkan persyaratan minimum kepemilikan saham publik atau free float bagi emiten menjadi lima belas persen sebagai bagian dari upaya menjawab kekhawatiran yang disampaikan oleh MSCI. Langkah intervensi ini terbukti membantu indeks saham utama memangkas sebagian kerugiannya dan ditutup hanya melemah sekitar satu persen, setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan tajam sebesar tujuh koma empat persen.

Nilai tukar rupiah tercatat melemah nol koma dua puluh tujuh persen ke level enam belas ribu tujuh ratus empat puluh lima per dolar Amerika Serikat seiring dengan sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede memberikan analisis bahwa penurunan selama dua hari tersebut lebih mencerminkan penyesuaian terhadap risiko akses pasar daripada reaksi terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap cukup solid.

Sementara itu Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak MSCI berjalan secara konstruktif dan regulator menunggu respons atas berbagai langkah perbaikan yang telah diusulkan. OJK berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam metode perhitungan free float serta meningkatkan transparansi data kepemilikan saham untuk memenuhi standar internasional dan menjaga kepercayaan investor global.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih tetap membayangi setelah dua lembaga keuangan global ternama yaitu Goldman Sachs dan UBS menurunkan rekomendasi investasi untuk saham-saham di bursa Indonesia. Analis Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar modal asing bisa mencapai tujuh koma delapan miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar seratus tiga puluh triliun rupiah jika terjadi penurunan peringkat oleh lembaga pemeringkat internasional.

Sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih saham Indonesia senilai tiga belas koma sembilan puluh enam triliun rupiah atau setara dengan delapan ratus tiga puluh empat juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut merupakan kinerja terburuk sejak tahun dua ribu dua puluh menurut data yang dihimpun oleh LSEG, mencerminkan tantangan serius dalam menarik dan mempertahankan investasi portofolio asing di tengah ketidakpastian global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved