
Repelita Salatiga - Seorang mahasiswa program studi Agroteknologi mengajukan pertanyaan kritis kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai strategi pengembangan talenta digital nasional. Dalam dialog terbuka di Universitas Kristen Satya Wacana, mahasiswa tersebut mempertanyakan bagaimana pemerintah menciptakan koneksi antara pengembangan bakat digital, arus investasi, dan transfer teknologi. Inti pertanyaannya adalah bagaimana Indonesia dapat bertransformasi dari sekadar pasar konsumen menjadi pencipta dan inovator teknologi di kancah global.
Menanggapi pertanyaan mendasar tersebut, Gibran menekankan pentingnya generasi muda untuk bersikap adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dia menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan harus memberikan dampak positif yang nyata, khususnya bagi sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. "Kita harus adaptif, inovatif dan inovasinya jelas yang berdampak positif bagi pertanian," jawab Gibran dalam forum yang dihadiri sekitar seribu mahasiswa tersebut.
Wakil Presiden lebih lanjut menjelaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap anak-anak muda yang menorehkan prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia mencontohkan siswa SMA yang berhasil meraih juara dalam kompetisi internasional di Turki berkat penemuan robot pembersih terumbu karang. Prestasi semacam ini diapresiasi dan dipublikasikan sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan inovasi generasi muda Indonesia.
Gibran menghubungkan pengembangan talenta digital dengan program prioritas nasional, terutama dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, penemuan-penemuan inovatif dari anak muda dapat diarahkan untuk mendukung tujuan strategis pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk analisis tanah dan penggunaan drone untuk pertanian presisi menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat menyokong sektor pertanian modern.
“Sekarang di pemerintahan Pak Prabowo Subianto lagi gencar-gencarnya swasembada pangan. Jadi penting sekali pemanfaatan AI misalnya untuk mengecek PH tanah, drone untuk penyemprotan pupuk atau pestisida,” jelas Gibran. Dia menambahkan bahwa pendekatan berbasis teknologi ini juga bertujuan menarik minat lebih banyak anak muda untuk berkontribusi di sektor pertanian dengan cara-cara yang lebih modern dan inovatif.
Untuk mendukung pengembangan talenta digital secara masif, pemerintah berfokus pada penguatan infrastruktur digital di seluruh wilayah Indonesia. Gibran menegaskan bahwa infrastruktur yang merata dan berkualitas merupakan prasyarat agar bangsa ini tidak hanya menjadi konsumen teknologi. “Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” paparnya.
Wakil Presiden juga menyoroti implementasi teknologi digital dalam berbagai layanan publik yang telah berjalan. Sistem Online Single Submission, e-Katalog, dan platform Cortex disebutkannya sebagai bukti nyata transformasi digital di sektor pemerintahan. Menurut Gibran, teknologi kecerdasan buatan sebenarnya sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja masyarakat mungkin belum sepenuhnya menyadarinya.
Setelah memberikan jawaban mendetail, Gibran berkesempatan meninjau berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Universitas Kristen Satya Wacana. Salah satu yang menarik perhatian adalah sistem integrasi antara robotika dan kecerdasan buatan untuk keperluan pertanian. Inovasi ini mampu memantau parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan cahaya dengan algoritma cerdas, berfungsi layaknya inkubator tanaman modern.
Sistem tersebut telah diikutsertakan dalam kompetisi internasional dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Dialog antara Wakil Presiden dengan mahasiswa ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi dan inovasi yang berkembang di dunia pendidikan tinggi. Respons Gibran menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi tetapi juga mampu mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah riil bangsa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

