Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Khozinudin Tegaskan Materi Komedi Pandji Harus Dinilai Utuh sebagai Kritik Sosial, Bukan Dipotong untuk Kriminalisasi

 Ahmad Khozinudin Nilai Materi Mens Rea Pandji Harus Dilihat secara Utuh, Bukan Sepenggal

Repelita Jakarta - Ahmad Khozinudin dari Tim Advokasi Anti-Kriminalisasi menekankan pentingnya melihat materi 'Mens Rea' yang dibawakan Pandji Pragiwaksono secara utuh dan kontekstual. Dalam sebuah diskusi televisi pada Selasa (27/1/2026), ia menyatakan bahwa penilaian terhadap konten komedi tersebut tidak boleh didasarkan pada potongan kalimat yang terpisah dari keseluruhan narasi.

Khozinudin menegaskan bahwa keadilan dalam mengkaji materi tersebut mensyaratkan pemahaman atas konstruksi narasi lengkap yang dibangun oleh sang komika. Mengambil satu bagian tanpa menghubungkannya dengan alur cerita dan maksud keseluruhan dianggapnya sebagai tindakan yang tidak fair dan dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Ia menjelaskan bahwa materi yang dibawakan Pandji memuat beberapa lapisan kritik, termasuk mengenai kualifikasi kepemimpinan dan kecenderungan pemilih. Terdapat kritik bahwa kesalehan ritual seperti salat bukanlah satu-satunya ukuran kapabilitas memimpin, sambil menegaskan bahwa hal tersebut tidak menggugurkan nilai ibadah itu sendiri.

Ketika menyangkut penyebutan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan NU, Khozinudin melihatnya dalam kerangka kritik yang lebih luas. Menurut penjelasannya, konteksnya merujuk pada fakta bahwa organisasi-organisasi tersebut menerima konsesi tambang dari pemerintah, sebuah penawaran yang tidak diambil oleh kelompok agama lain.

Lebih dalam lagi, Ahmad Khozinudin membaca materi Pandji sebagai ekspresi kegalauan terhadap peran agama dalam mengontrol kekuasaan. Ia menangkap adanya pertanyaan mengapa ajaran Islam yang memiliki konsep amar ma'ruf nahi munkar, khususnya dalam mengoreksi penguasa, tidak teraktualisasi dengan optimal dalam realitas politik.

Dari sudut pandangnya, Pandji Pragiwaksono sebenarnya sedang menjalankan fungsi kontrol sosial tersebut melalui bahasa komedi. Substansi kritik terhadap penguasa dan sistem kekuasaan, menurut Khozinudin, disampaikan dengan gaya dan medium yang khas sebagai seorang pelaku seni pertunjukan stand up comedy.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved