Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kasus Jambret Berujung Ultimatum Damai, Keluarga Pelaku Tuntut Uang Tali Asih kepada Korban

 

Repelita - Sebuah kasus penjambretan yang berakhir tragis memunculkan respons kontroversial dari keluarga pelaku dengan mengeluarkan tuntutan tertentu kepada korban.

Keluarga pelaku menyebut almarhum sebagai tulang punggung keluarga yang kini telah tiada dan mempertanyakan siapa yang akan menafkahi mereka selanjutnya.

Dalam perkembangan terbaru, pihak keluarga tersebut memberikan ultimatum untuk berdamai dengan syarat korban membayar sejumlah uang tali asih sebagai kompensasi.

Sorotan terhadap kasus ini muncul dari akun media sosial Nasi Darurat Jogja, yang menghubungkannya dengan fenomena tekanan keluarga terhadap para perantau.

Akun tersebut menyebutkan, "Ngomongin jambret kemarin, menurut pandangan saya, yg ngga kalah kejam diantara semuanya ini adalah keluarga si jambret. Dengan narasi: 'tulang punggung keluarga'."

Narasi lebih lanjut menyatakan, "Saya bayangin jambretnya ini sandwich generation (penanggung beban keluarga) yg merantau dan duitnya dikirim ke mereka sebagai tulang punggung keluarga…. dibela2in sampe njambret. Udah meninggal pun masih dipakai keluarganya jadi alat buat memeras si korban jambretnya. sampe bawa pengacara. sampe ngelibatin pihak² lain."

Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan ratusan perantau di Yogyakarta, akun tersebut mengungkapkan bahwa enam dari sepuluh orang yang pernah diajak bicara mengalami tekanan serupa.

Dua contoh konkret diberikan tentang teman yang menunjukkan reaksi fisik dan emosional ekstrem seperti marah tak terkendali, gemetar, dan kecemasan luar biasa hanya karena mendengar dering telepon.

Reaksi tersebut bukan disebabkan oleh tagihan pinjaman online, melainkan oleh trauma bertahun-tahun akibat pola komunikasi dari keluarga asal yang hanya fokus pada permintaan transfer uang.

"Bukan karena ditagih pinjol, tapi karena mereka ngerasa trauma. Bertahun² kalau ditelpon sama orang rumah (keluarga asal) – karena biasanya hanya minta dikirim uang, bukan nanyain kabar, tp nanyain 'udah transfer belum ?'" (Sumber: akun Nasi Darurat Jogja).(*)


Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved