
Repelita - Akademisi dan mantan pejabat Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho memberikan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dalam sebuah diskusi podcast.
Menurut pakar kebijakan publik dan foresight tersebut, program yang seharusnya bertujuan mulia ini telah bergeser menjadi sebuah proyek dengan berbagai persoalan mendasar.
Dalam bincang-bincang yang tayang pada 27 Januari 2026 itu, Yanuar menyatakan bahwa urgensi dan klaim pentingnya MBG justru mengabaikan aspek-aspek kritis lainnya.
"Saking penting dan urgen-nya MBG, semuanya diabaikan. Termasuk akal sehat," ujar Yanuar Nugroho seperti dikutip dari unggahan di akun Twitter pribadinya pada tanggal yang sama.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh akun Twitter @haimanusiabumi yang mengangkat kembali kritik tersebut dalam sebuah cuitan, menyoroti ketidakberesan yang terjadi.
Sebagai seorang yang memiliki pengalaman lebih dari dua puluh empat tahun dalam peramalan strategis, Yanuar melihat adanya masalah sistemik dalam implementasi kebijakan ini.
Lulusan doktoral dari University of Manchester ini dikenal vokal mengkritik arah kebijakan publik, termasuk saat memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Deputi II KSP pada periode kedua pemerintahan sebelumnya.
Analisisnya terhadap MBG menekankan bahwa sebuah program yang dilaksanakan dengan mengesampingkan nalar dan perencanaan matang hanya akan menimbulkan masalah berkelanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

