Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jasad Pertama Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Masuk Maros, Evakuasi Darat 4-5 Jam Berjalan Kaki

Repelita Pangkep - Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menyampaikan informasi terkini mengenai proses evakuasi jasad pertama korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung yang kini telah memasuki wilayah administratif Kabupaten Maros.

Jasad korban laki-laki tersebut saat ini berada di Desa Lemposo Kabupaten Maros dan sedang dalam tahap evakuasi darat oleh tim gabungan.

“Update posisi jenazah yang bisa kami sampaikan pertama jenazah pertama yang beridentitas laki-laki sekarang posisinya di Desa Lemposo” ujar Andre Clift Rumbayan di Posko AJU pada Selasa dua puluh Januari dua ribu dua puluh enam.

Proses evakuasi menghadapi kendala medan yang ekstrem sehingga dari lokasi jasad hingga desa terdekat serta akses jalan utama masih harus ditempuh dengan berjalan kaki selama empat hingga lima jam.

Andre menegaskan bahwa evakuasi jasad pertama dipastikan akan dilanjutkan melalui jalur Maros dan tidak memungkinkan lagi dibawa kembali ke wilayah Pangkep karena posisi saat ini sudah berada di sana.

Jalur evakuasi direncanakan menembus ke wilayah Camba dengan titik akhir di Kampung Baru sehingga dari Desa Lemposo menuju Kampung Baru tim harus kembali berjalan kaki selama empat hingga lima jam.

Ambulans sudah disiapkan standby di Kampung Baru untuk melanjutkan proses pengangkutan setelah tim tiba di titik tersebut.

Sebelumnya pada Selasa dua puluh Januari dua ribu dua puluh enam tujuh tim SAR gabungan kembali diberangkatkan dari Posko AJU Desa Tompo Bulu Kecamatan Balocci Pangkep untuk melanjutkan evakuasi serta pencarian terhadap delapan korban tersisa.

Dari tujuh tim yang diterjunkan dua tim difokuskan pada evakuasi jenazah pertama dan kedua sementara lima tim lainnya melanjutkan pencarian termasuk penambahan satu sektor di bagian ekor pesawat.

Meskipun cuaca ekstrem dengan hujan dan badai masih berlangsung Andre tetap optimistis bahwa upaya pencarian dan evakuasi dapat terus berjalan efektif.

Ia menjelaskan bahwa tim evakuasi yang diberangkatkan pada Senin malam sembilan belas Januari dua ribu dua puluh enam telah bermalam di lokasi untuk memanfaatkan setiap kesempatan terang meskipun kondisi tetap gelap.

Untuk korban kedua Andre menyatakan bahwa jasad telah berada di lereng gunung sehingga proses penurunan sedang diupayakan secepat mungkin.

Evakuasi udara dinyatakan tidak memungkinkan lagi sehingga seluruh proses dilakukan melalui jalur darat demi memberikan kepastian segera kepada keluarga korban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved