Repelita Jakarta - Sebuah potongan video yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto tengah viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, Presiden terlihat menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengakui kedaulatan negara Israel serta membuka hubungan diplomatik antara kedua negara.
Video yang diunggah oleh akun X dengan nama @indepenSumatera pada tanggal 30 Januari 2026 itu telah ditonton lebih dari satu juta kali. Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi dan perdebatan di kalangan netizen mengenai kebijakan luar negeri Indonesia terkait konflik Israel dan Palestina.
Namun, video tersebut sebenarnya bukan merupakan rekaman pernyataan baru dari Presiden Prabowo Subianto. Materi video tersebut berasal dari pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berlangsung di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu, 28 Mei 2025.
Dalam konteks lengkapnya, pernyataan Presiden Prabowo disampaikan dengan syarat yang sangat jelas. Beliau menyatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik jika negara Palestina terlebih dahulu diakui secara resmi oleh pemerintah Israel.
Pernyataan lengkap yang dapat diakses melalui situs resmi kepresidenan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia telah menyampaikan posisinya dengan tegas. Begitu negara Palestina diakui oleh Israel, maka Indonesia siap untuk mengambil langkah diplomatik tersebut.
Presiden juga menambahkan bahwa Indonesia siap untuk menyumbangkan pasukan perdamaian di kawasan tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan stabilitas. Potongan video yang beredar luas di media sosial hanya memuat sebagian pernyataan tanpa menyertakan konteks lengkap mengenai prasyarat pengakuan terhadap Palestina.
Peredaran video tanpa konteks utuh ini dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat mengenai posisi resmi pemerintah Indonesia. Situs resmi kepresidenan telah mempublikasikan transkrip lengkap dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

