Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Aktivis Aceh Cut Meutia Mengaku Dapat Pesan Mengatasnamakan Siber Polri untuk Hapus Video Demo Tolak Presiden Prabowo di Inggris

 

Repelita Jakarta - Seorang aktivis perempuan asal Aceh bernama Cut Meutia mengaku mendapat pesan peringatan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan institusi kepolisian. Pesan yang diterimanya pada hari Jumat malam tanggal 30 Januari 2026 itu meminta agar dia segera menghapus sebuah konten dari media sosial miliknya.

Pesan tersebut diklaim berasal dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Isi pesan menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di ruang siber, Cut Meutia teridentifikasi telah menyebarkan konten yang mengandung pernyataan yang diduga menyerang kehormatan presiden atau wakil presiden.

Konten yang dimaksud adalah sebuah video berbentuk Instagram Reels yang diunggah oleh akun dengan nama @farah_tjut. Pengirim pesan menyatakan bahwa tindakan tersebut berpotensi memenuhi unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan Pasal 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pasal tersebut pada pokoknya mengatur mengenai larangan menyerang kehormatan atau martabat presiden dan wakil presiden di muka umum termasuk melalui media elektronik atau platform media sosial. Video yang dimaksud diketahui merupakan rekaman aksi demonstrasi terhadap Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Inggris beberapa waktu lalu.

Video tersebut diberi judul yang menyebutkan bahwa kunjungan presiden ke Inggris diwarnai dengan teriakan "penjahat perang" dari para aktivis. Dalam pesan tersebut Cut Meutia diberikan tenggat waktu selama dua puluh empat jam untuk menghapus konten terkait.

Jika konten tidak dihapus dalam batas waktu yang ditentukan maka proses hukum akan ditingkatkan ke tahap berikutnya sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku. Menanggapi pesan tersebut Cut Meutia menyampaikan pernyataan terbuka melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Dia mengungkapkan keterkejutannya atas pesan tersebut dan mempertanyakan alasan dirinya kembali menjadi sasaran padahal hanya membagikan ulang video dari sumber lain. Cut Meutia menyatakan akan mematuhi permintaan penghapusan konten namun tetap menyampaikan kritik terhadap tindakan aparat yang dianggapnya melakukan tekanan.

Dia menegaskan bahwa dirinya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa tanpa memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata maupun simbol-simbol separatis. Cut Meutia juga mempertanyakan alasan kekhawatiran aparat terhadap berbagai unggahannya termasuk ketika membagikan berita mengenai bencana banjir di Aceh.

Cut Meutia dikenal sebagai aktivis organisasi Perempuan Merdeka yang aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan di Aceh pada masa konflik sebelum perjanjian damai Helsinki. Dia juga pernah terlibat dalam perundingan Tokyo yang gagal mencapai kesepakatan damai pada masa lalu.

Dalam keterangan tambahannya kepada media Cut Meutia menyebut bahwa pesan yang diterimanya merupakan bentuk teror terhadap kebebasan berekspresi. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia yang mengonfirmasi keaslian pesan tersebut maupun langkah hukum yang akan diambil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved