
Repelita Jakarta - Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis mengambil langkah pelaporan terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin ke pihak kepolisian.
Rizal Fadillah, salah satu rekan yang sebelumnya satu perjuangan, memberikan tanggapan kritis terhadap langkah hukum tersebut.
Menurut Rizal, pelaporan itu mungkin dilatarbelakangi oleh kekecewaan karena misi rahasia yang dijalankan sebelumnya terbongkar ke publik.
Dia menyoroti kunjungan diam-diam Eggi dan Damai ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo yang dilakukan tanpa koordinasi bersama.
Rizal menilai bahwa tindakan tersebut telah merusak kepercayaan di antara sesama aktivis yang selama ini berjuang pada isu yang sama.
Ketika kepergian mereka ke Solo terungkap, muncul berbagai spekulasi dan tuduhan dari berbagai pihak terhadap motif di balik pertemuan itu.
Eggi dan Damai kemudian mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari kepolisian setelah kunjungan kontroversial tersebut.
Hal ini semakin menambah kecurigaan di antara rekan-rekan seperjuangan mengenai adanya kesepakatan terselubung dalam pertemuan itu.
Rizal mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Malaysia, Eggi sempat memecat beberapa rekan dari Tim Persatuan Umat.
Tindakan pemecatan tersebut dilakukan tanpa adanya penjelasan yang jelas dan musyawarah terlebih dahulu dengan anggota lainnya.
Setelah kembali dari Malaysia, Eggi dan Damai justru melaporkan dua orang yang selama ini juga vokal dalam isu dokumen pendidikan.
Pelaporan dengan tuduhan pencemaran nama baik ini dinilai Rizal sebagai upaya pengalihan isu dari kontroversi yang melibatkan mereka.
Dia menyebut bahwa semula rencananya adalah melaporkan lima orang namun hanya dua yang berhasil dilaporkan secara resmi.
Langkah hukum ini menimbulkan kegaduhan baru dan memecah konsentrasi perjuangan yang selama ini telah dibangun bersama.
Rizal menegaskan bahwa seharusnya segala bentuk kritik dan pertanyaan dari masyarakat dihadapi dengan introspeksi bukan konfrontasi.
Pertemuan rahasia dengan mantan presiden dan penerimaan Surat Perintah Penghentian Penyidikan telah mengubah dinamika perjuangan.
Banyak pihak yang mempertanyakan konsistensi dan integritas perjuangan setelah adanya perkembangan-perkembangan tersebut.
Rizal berharap agar dapat dilakukan evaluasi bersama untuk menyelaraskan kembali langkah dan tujuan perjuangan ke depan.
Komunikasi yang baik dan transparansi menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan di antara sesama aktivis.
Masyarakat pengamat juga diharapkan dapat memahami kompleksitas dinamika yang terjadi di internal kelompok aktivis tersebut.
Penyelesaian secara internal dinilai lebih elegan daripada membawa persoalan ke ranah hukum yang justru dapat memperkeruh situasi.
Semua pihak diajak untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pandangan yang muncul dalam perjalanan perjuangan ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

