
Repelita Global – Aplikasi media sosial baru bernama UpScrolled mengalami lonjakan popularitas yang signifikan di Amerika Serikat dan beberapa negara lain seperti Inggris, Kanada, serta Australia.
Platform yang dikembangkan oleh pengusaha dengan latar belakang Palestina, Yordania, dan Australia ini muncul sebagai alternatif pilihan bagi pengguna yang mencari jejaring sosial di luar TikTok.
Peningkatan jumlah pengunduh aplikasi ini terjadi menyusul pengambilalihan saham TikTok oleh investor yang didukung Amerika Serikat, termasuk keterlibatan Larry Ellison pemilik Oracle yang dikenal sebagai pendukung setia Israel.
Banyak pengguna media sosial yang mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi sensor terhadap konten-konten yang mendukung Palestina di platform besar seperti TikTok, terutama setelah pemblokiran permanen terhadap jurnalis Gaza Bisan Owda.
UpScrolled yang diluncurkan pertama kali pada Juli 2025 menawarkan fitur gabungan antara unggahan foto, video pendek, dan teks dengan antarmuka yang menyerupai platform X.
Aplikasi ini juga memiliki halaman temukan yang di dalamnya topik mengenai Palestina mendominasi percakapan dengan ratusan unggahan yang menggambarkan situasi di Jalur Gaza dan ekspresi solidaritas.
Pendiri aplikasi Issam Hijazi menyatakan bahwa motivasi pembuatan UpScrolled berasal dari keprihatinan pribadi terhadap konflik di Gaza serta pengalaman kehilangan anggota keluarganya.
Dalam berbagai wawancara, dia menekankan komitmen platform untuk hanya memoderasi konten ilegal seperti perdagangan narkoba tanpa melakukan pembatasan terhadap materi politik atau pandangan pengguna.
Hijazi juga menjelaskan bahwa algoritma UpScrolled dirancang berbeda dengan platform besar lainnya karena tidak bertujuan untuk membuat pengguna terus menggulir layar secara berlebihan.
Feed dalam aplikasi ini tetap menggunakan sistem kronologis murni tanpa manipulasi algoritmik tersembunyi yang sering dikritik di jejaring sosial populer.
Sampai dengan Jumat tanggal 30 Januari 2026, aplikasi ini telah diunduh lebih dari satu juta kali melalui Google Playstore dengan perkiraan empat ratus ribu unduhan berasal dari pengguna di Amerika Serikat.
Posisinya bahkan sempat mencapai peringkat teratas dalam kategori jejaring sosial di App Store Apple melampaui aplikasi seperti Threads, WhatsApp, dan TikTok itu sendiri.
Lonjakan pengguna yang tiba-tiba sempat menyebabkan gangguan teknis pada server aplikasi sehingga tim pengembang harus melakukan peningkatan kapasitas infrastruktur.
Beberapa tokoh publik seperti aktivis buruh Chris Smalls dan aktor Jacob Berger telah bergabung dengan platform ini, menambah daya tarik bagi pengguna baru yang mencari ruang ekspresi yang lebih terbuka.
Sementara itu, kekhawatiran mengenai sensor di TikTok semakin menguat setelah implementasi kesepakatan dengan investor Amerika Serikat, dengan banyak pengguna melaporkan penurunan visibilitas konten yang mendukung Palestina atau mengkritik kebijakan imigrasi.
Tagar terkait penyensoran menjadi tren di berbagai platform sebagai bentuk protes terhadap pembatasan konten yang dianggap tidak transparan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

