
Repelita Jakarta - Sebanyak lima ratus delapan puluh delapan personel kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan sebuah unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan digelar di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional pada hari Selasa.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan proses penyampaian pendapat dapat berjalan dengan aman dan tertib.
Menurut informasi yang diterima kepolisian, aksi ini diinisiasi oleh Perkumpulan Pemuda Keadilan bersama beberapa elemen massa.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri memberikan konfirmasi mengenai kesiapan pengamanan tersebut.
"588 personel gabungan Polda, Polres, Polsek jajaran disiagakan untuk pelayanan aksi unjuk rasa di Jakpus," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri kepada awak media, Selasa 20 Januari 2026.
Personel gabungan tersebut berasal dari berbagai satuan di lingkungan Polda Metro Jaya dan jajarannya.
Apel pasukan dilaksanakan pada pukul sembilan pagi waktu setempat di Pospol Merdeka Barat sebelum penugasan.
Pendekatan humanis akan diterapkan oleh seluruh personel dalam melaksanakan tugas pengamanan.
Kepolisian bertujuan memberikan rasa aman baik bagi peserta aksi maupun masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi.
"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Peserta aksi diimbau untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib tanpa melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Imbauan juga diberikan agar massa tidak terpancing oleh provokasi yang dapat memicu tindakan anarkis.
"Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas," ucapnya.
Pengamanan juga bertujuan menjaga ketertiban umum di kawasan Jakarta Pusat agar tidak terganggu oleh aktivitas unjuk rasa.
Seluruh personel telah dibekali dengan prosedur standar operasional dalam penanganan kerumunan massa.
Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan skenario.
Masyarakat diharapkan dapat tetap beraktivitas seperti biasa dengan pengamanan yang telah disiapkan.
Lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa akan diatur sedemikian rupa untuk mengurangi potensi kemacetan.
Kepolisian memastikan bahwa hak menyampaikan pendapat akan dilindungi selama dilaksanakan sesuai koridor hukum.
Pengawasan ketat akan dilakukan terhadap dinamika massa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Evaluasi situasi terus dilakukan secara real time oleh posko pengendalian yang telah dibentuk.
Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa terjadi insiden yang merugikan pihak manapun.
Kesiapan pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

